Tinjau Kebakaran Lahan Gambut di Kubu Raya, Gubernur Ria Norsan Apresiasi Relawan

Meidy Khadafi • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 15:54 WIB
Gubernur Kalbar Ria Norsan meninjau penanganan karhutla di Parit H. Mukhsin, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (1/9). (MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST)
Gubernur Kalbar Ria Norsan meninjau penanganan karhutla di Parit H. Mukhsin, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (1/9). (MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama saat musim kemarau. Imbauan itu disampaikan saat meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Parit H. Mukhsin, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (1/9).

Norsan mengatakan kebakaran di lahan gambut berpotensi sulit dikendalikan dan dapat berdampak luas terhadap masyarakat. Karena itu, pencegahan dinilai menjadi langkah penting untuk menekan meluasnya karhutla.

‎"Saya menyampaikan lagi kepada masyarakat, tolong jangan membakar pada saat kemarau ini,” kata Norsan.

Baca Juga: ‎Gubernur Kalbar Ria Norsan Tekankan Pencegahan dan Penegakan Hukum Hadapi Karhutla

Ia secara khusus meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran di kawasan gambut. "Kita mengharapkan yang tanah gambut ini jangan sampai membakar. Mohon, jangan membakar di tanah gambut,” ujarnya.

Dalam peninjauan tersebut, Norsan juga melihat langsung proses pemadaman yang dilakukan petugas dan relawan di lokasi. Ia mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak yang turun membantu menangani kebakaran. "Terima kasih ya, yang udah bantu,” ucapnya kepada relawan dan petugas pemadam.

Menurut Norsan, penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, petugas, relawan, dan masyarakat. Selain pemadaman, kesadaran masyarakat untuk mencegah kebakaran juga menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla.

Tak hanya meninjau kebakaran, Norsan juga membawa bantuan air bersih bagi warga terdampak. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyiapkan tiga tangki air bersih untuk dibagikan kepada masyarakat.

Baca Juga: Jamaah Indonesia-Malaysia Salat Istisqa di PLBN Entikong, Mohon Hujan dan Pencegahan Karhutla

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap dua persoalan yang dihadapi warga di lokasi, yakni kebakaran lahan dan kebutuhan air bersih selama musim kemarau. (mdy)

Editor : Miftahul Khair
ria norsan gubernur kalbar pembukaan lahan karhutla kalbar relawan