Kasus ISPA dan Diare Melonjak Akibat El Nino, DPRD Minta Dinkes Pontianak Maksimalkan Penanganan

Mirza Ahmad Muin • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 12:12 WIB
Anggota DPRD Kota Pontianak, Huddin
Anggota DPRD Kota Pontianak, Huddin

PONTIANAK POST - Anggota Komisi IV DPRD Kota Pontianak, Huddin, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak memaksimalkan langkah antisipasi dan penanganan terhadap berbagai penyakit yang berpotensi meningkat akibat dampak fenomena El Nino.

Menurut Huddin, kondisi cuaca yang panas dan kering dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat. Karena itu, pemerintah melalui Dinkes perlu meningkatkan pengawasan serta pelayanan kesehatan, terutama terhadap penyakit yang rentan muncul saat kondisi lingkungan mengalami perubahan.

“Dinas Kesehatan harus memaksimalkan penanganan terhadap penyakit yang dampaknya bisa dirasakan masyarakat akibat El Nino. Salah satunya ISPA dan diare,” ujarnya Rabu (16/9). 

Baca Juga: Tindaklanjuti Masukan DPRD Soal Karhutla, Pemkot Pontianak Siapkan Langkah Antisipasi Dampak Asap

Ia menjelaskan, kondisi udara yang kering dan kualitas udara yang menurun, terutama ketika terjadi kabut asap, dapat meningkatkan resiko gangguan pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Sementara itu, keterbatasan air bersih juga dapat meningkatkan resiko munculnya penyakit yang berkaitan dengan kebersihan dan sanitasi, termasuk diare.

Huddin meminta Dinkes tidak hanya fokus pada penanganan ketika masyarakat sudah sakit, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan. Edukasi kepada masyarakat mengenai pola hidup bersih dan sehat, penggunaan masker ketika kualitas udara memburuk, serta pentingnya menjaga kebersihan makanan dan air perlu terus dilakukan.

“Pencegahan harus diperkuat. Masyarakat juga perlu diberikan informasi yang jelas bagaimana menjaga kesehatan di tengah kondisi cuaca seperti sekarang,” katanya.

Selain itu, ia mendorong fasilitas kesehatan untuk memastikan pelayanan tetap siap menghadapi kemungkinan peningkatan jumlah pasien. Pemantauan terhadap tren penyakit di masyarakat juga dinilai penting agar pemerintah dapat mengambil langkah lebih cepat apabila terjadi peningkatan kasus.

Baca Juga: DPRD Pontianak Minta Jukir Liar Ditertibkan, Petugas Resmi Harus Mudah Dikenali

Ia berharap sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan dan masyarakat dapat diperkuat selama kondisi cuaca ekstrem berlangsung. Dengan langkah antisipasi yang maksimal, dampak kesehatan akibat El Nino di Kota Pontianak diharapkan dapat ditekan.

“Jangan sampai masyarakat baru ditangani ketika kasusnya sudah meningkat. Kita harus bergerak lebih awal dan memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik,” pungkasnya. (iza)

Editor : Miftahul Khair
dampak el nino DPRD kota pontianak karhutla kalbar dinas kesehatan kabut asap