PONTIANAK POST – Dafrizal kembali terpilih sebagai Ketua Komunitas Truk Lintas Borneo (KTLB) masa bakti 2026–2031. Ia dipercaya memimpin organisasi tersebut untuk kedua kalinya melalui mekanisme musyawarah mufakat dalam Musyawarah I KTLB Tahun 2026 di aula Kantor DPD Organda Kalbar, Sabtu (24/10).
Dalam musyawarah lima tahunan itu, Thohir yang sebelumnya berencana mencalonkan diri sebagai ketua menyatakan mengundurkan diri. Ia juga berkomitmen mendukung kepengurusan baru.
Usai dilantik Ketua DPD Organda Kalbar, Dafrizal yang akrab disapa Uncu mengajak seluruh anggota mendukung kepengurusan baru untuk membawa KTLB menjadi organisasi yang lebih baik.
Uncu berkomitmen merangkul seluruh anggota KTLB yang jumlahnya mencapai ratusan orang. Ia juga ingin membangun sistem organisasi yang lebih transparan dengan menjadikan kekurangan kepengurusan sebelumnya sebagai bahan evaluasi.
“Mari kita tutup lembaran lama, kita buka lembaran baru dengan sistem organisasi yang lebih transparan. Kekurangan yang lalu kita jadikan evaluasi untuk perbaikan,” ujarnya.
Ia berharap anggota yang mayoritas berprofesi sebagai sopir truk aktif memberikan masukan dan gagasan positif untuk kemajuan organisasi.
“Jika ada kritikan, sampaikan. Begitu juga kalau ada permasalahan, sampaikan. Kita sama-sama mencari solusi yang terbaik,” katanya.
KTLB Harus Perkuat Soliditas
Ketua DPD Organda Kalbar Agus Kurnadi mengingatkan agar hasil musyawarah tidak berhenti pada keputusan dan berita acara. Kesepakatan yang telah dicapai harus ditindaklanjuti dengan kerja nyata untuk menjadikan KTLB organisasi yang solid, profesional, berintegritas, serta dipercaya anggota dan masyarakat.
Ia berpesan agar seluruh anggota menjaga kekompakan dan persaudaraan, terutama ketika rekan sesama anggota menghadapi kesulitan.
“Kekuatan kita bukan hanya terletak pada banyaknya kendaraan, tetapi pada persatuan dan kepedulian kita bersama,” tegasnya.
Agus juga meminta pengurus baru menjalankan amanah secara bertanggung jawab, terbuka, dan mengutamakan kepentingan anggota.
“Jangan kuat hanya dengan nama, tetapi nyata dalam tindakan dan hasil kerja,” ujarnya.
Selain penguatan organisasi, Agus menekankan pentingnya keselamatan dan kepatuhan terhadap aturan dalam usaha angkutan truk. Ia meminta anggota meningkatkan disiplin pengemudi, memastikan kondisi kendaraan laik jalan, serta mematuhi ketentuan muatan dan dimensi kendaraan.
Sementara itu, Sekretaris DPD Organda Kalbar Matruji mengingatkan agar perbedaan di dalam organisasi tidak menjadi sumber perpecahan. Sebaliknya, perbedaan harus menjadi kekuatan untuk memperkuat kebersamaan.
Menurutnya, KTLB sebagai bagian dari Organda memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian. Karena itu, soliditas dan kekompakan harus menjadi fondasi organisasi agar mampu menghadapi berbagai tantangan dan terus berkembang.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro