MIRZA A. MUIN, Pontianak
“MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif infonya bakal berkunjung ke Kota Pontianak. Tepatnya ke kawasan waterfront di Kampung Melayu Kelurahan Benua Melayu Laut yang masuk 50 desa wisata tingkat nasional," ujar Emiliana kepada Pontianak Post, Sabtu (30/7).
Diketahui bahwa dalam 2 tahun ini Kota Pontianak dilanda pandemi Covid-19. Sejak saat itu, sektor pariwisata benar-benar lumpuh akibat ketiadaan pelancong yang datang ke kota ini. Akibatnya, pendapatan dari sektor wisata benar-benar turun. Jumlah hunian orang yang datang ke Kota Pontianak juga lesu. Kini setelah kasus pandemi Covid-19 perlahan menurun, angka orang yang datang ke Pontianak kembali meninggi.
Meningkatnya jumlah tamu yang datang juga berdampak baik pada sektor wisata. Jasa usaha UMKM tentunya dilirik. Kemudian kuliner di lokasi-lokasi wisata yang dimiliki Kota Pontianak juga bakal terkena imbas positifnya.
Dalam waktu dekat ini, Menparekraf Sandiaga Uno bahak berkunjung ke Kota Pontianak. Ia akan melihat Kampung Melayu di Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Selatan. "Mudah-mudahan dengan datangnya menteri pariwisata, bisa menjadi momentum bangkitnya sektor wisata di Kota Pontianak," ujarnya.
Dengan memiliki Sungai Kapuas, menurut dia, bisa menjadi daya tarik orang luar untuk datang ke Kota Pontianak. Caranya, tinggal berpromosi kemudian memperbaiki fasilitas baik dari sisi infrastruktur hingga pelayanannya. Jika kesemuanya sudah terbentuk, ia yakin pendapatan dari sektor wisata ke depan akan semakin meningkat.
Sebelumnya Pemerintah Kota Pontianak telah memastikan siap dalam menerima kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno ke beberapa titik wisata, 30 Juli mendatang.
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan mengatakan, nantinya Menparekraf bersama rombongan akan berkeliling menikmati tepian Sungai Kapuas dari sepanjang Waterfront Segmen Barito dan Gang Kuantan, Kelurahan Benua Melayu Laut (BML) Kecamatan Pontianak Selatan.
"Nantinya juga ada tim penilai Anugerah Desa Wisata dari Kemenparekraf yang akan melakukan penilaian di Kampong Melayu BML. Kita dukung bersama, semoga bisa mendapat juara," ujarnya usai Rapat Koordinasi Finalisasi Persiapan Kedatangan Menparekraf bersama Ketua DPD HPI Kalimantan Barat, Pokdarwis Kampong Melayu BML dan segenap OPD terkait, di Aula Muis Amin Bappeda Kota Pontianak, Selasa (26/7).
Beberapa pertunjukan juga rencananya akan disuguhkan kepada Menparekraf, mulai dari cucul meriam karbit, kulineran khas Kota Pontianak, tarian melayu, berbalas pantun, pencak silat serta saprahan. Hal itu dinilai Bahasan, mengingat Menparekraf senang dengan acara yang tidak formal.
"Beliau kan senang dengan yang warna-warni, fleksibel dan santai," ungkapnya.
Ini akan menjadi kedatangan kedua Menteri Sandiaga Uno ke Kota Pontianak. Tak lengah pula, Bahasan mengingatkan setiap pihak untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, terutama ketika menyaksikan kedatangan Menparekraf yang tentu akan menarik banyak atensi masyarakat.
“Jangan lupa kepada yang akan hadir di sana, untuk tetap menerapkan prokes,” ujarnya.
Masuk nominasi 50 besar Anugerah Desa Wisata 2022 dianggap Bahasan sebagai anugerah bagi Kota Pontianak. Ia mengimbau agar agenda ini tidak hanya dinikmati satu pihak, namun juga seluruh warga Kota Pontianak.
“Persiapan ini harus disikapi. Kita bekerja sebagai satu tim Pemkot Pontianak. Ini harus kerjasama, bukan hanya tugas dari pariwisata, atau camat dan lainnya. Namun seluruh komponen, harus bahu membahu,” pungkasnya. (*) Editor : Misbahul Munir S