Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Banjir Bandang di Sumatera Barat, Puluhan Meninggal dan Jalan Nasional Putus

Syahriani Siregar • Senin, 13 Mei 2024 | 14:47 WIB

Musibah banjir bandang terjadi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Musibah banjir bandang terjadi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
PADANG - Berbagai wilayah Indonesia yang memang sudah memasuki kemarau. Tapi, di sebagian lain, hujan deras yang memicu banjir bandang masih terjadi.

Setelah Luwu, Sulawesi Selatan, dan Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, banjir besar juga melanda dua kabupaten di Sumatera Barat (Sumbar): Agam dan Tanahdatar.

Puluhan orang meninggal buntut banjir lahar dingin dari Gunung Marapi tersebut.

Mengutip Padang Ekspres kemarin (12/5), laporan sementara yang diberikan BPBD Sumbar per pukul 14.00 WIB kepada Gubernur Sumbar, jumlah korban tewas bertambah menjadi 34 orang.

Rinciannya, 16 orang di Kabupaten Agam dan 18 orang lainnya di Kabupaten Tanahdatar.

"Selain itu, kami juga menerima laporan ada sebanyak 5 orang yang hingga siang ini (kemarin siang) statusnya hilang. Sementara untuk korban luka-luka berjumlah sebanyak 16 orang, sekali lagi ini masih data sementara ya," jelas Mahyeldi di Padang kemarin (12/5) sebelum bertolak ke Padangpanjang untuk meninjau korban banjir.

Mahyeldi mencatat,  di Agam terdapat 4 kecamatan yang terdampak, di Kabupaten Tanahdatar 2 kecamatan.

Sedangkan di Kota Padangpanjang ada 1 kecamatan yang terdampak. Hingga saat ini pihaknya bersama sejumlah pihak terkait di lintas instansi masih terus melakukan koordinasi dan komunikasi.

Dari Jakarta, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut banjir bandang lahar dingin di kawasan lereng dari Marapi itu diakibatkan meluapnya Sungai Lubuk Mata Kucing.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menuturkan, terjadi  hujan dengan intensitas lebat di kawasan sungai tersebut.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (pusdalops) BNPB diketahui banjir terjadi Sabtu (11/5) pukul 22.00.

”Untuk korban hilang masih dilakukan pencarian,” paparnya.

Dia mengatakan, untuk kerugian sarana dan prasarana akibat banjir bandang tersebut telah dilakukan pendataan.

Setidaknya,193 unit rumah terdampak, 16 jembatan terdampak, dua tempat ibadah rusak dan 72 hektar area sawah tergenang air.

”Banjir juga memutus sejumlah akses jalan,” terangnya.

Jalan nasional yang menghubungkan Padangpanjang dengan Kota Padang dan jalan provinsi dari Padangpanjang ke Nagari Singgalang mengalami putus total.

Akibatnya, kelancaran transportasi masyarakat terhambat.

"Mari kita berdoa untuk mereka dan keluarga yang ditinggalkan tetap tabah menghadapi cobaan ini," ajak Mahyeldi saat mengunjungi korban banjir di Padangpanjang.

Koordinasi Penanganan

Pascabanjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Tanahdatar Sabtu malam (11/5),  pemkab setempat bergerak cepat melakukan rapat koordinasi bersama instansi terkait.

Bupati Tanahdatar Eka Putra mengarahkan untuk membentuk posko utama di Gedung Indojolito Batusangkar dan posko perwakilan di tiap kecamatan.

Sekda Iqbal Ramadi Payana mengatakan langkah-langkah cepat yang perlu dilakukan, adalah mendata dengan cepat dan segera korban, infrastruktur, sarana dan prasarana, serta membantu logistik masyarakat terdampak.

Dia juga menginput data akses jalan yang dapat dilalui dan yang tidak bisa dilewati kendaraan.

Selanjutnya data tersebut disebarluaskan kepada masyarakat yang bepergian untuk hal-hal mendesak dan penting. (hen/idr/ttg)

Editor : Syahriani Siregar
#sumatera barat #Banjir Bandang #jalan nasional #tanahdatar #agam