PONTIANAK POST – Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, memastikan pemeriksaan dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pelajar tidak berhenti pada pengumpulan data semata, melainkan akan dilanjutkan dengan tindakan medis apabila ditemukan kelainan.
“Jadi ini bukan sekedar pengumpulan data saja, tapi ada tindaklanjutnya dari hasil pemeriksaan kesehatan gratis di anak-anak sekolah, " ujar Dante saat meninjau langsung pelaksanaan CKG di SD Prestasi Global, Kota Depok, Senin (4/8). Pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan di puskesmas terdekat atau rumah sakit.
"Kalau ada kelainan yang memang harus diobati, mereka bisa berobat ke puskesmas. Kalau puskesmas bisa diatasi, diatasi di puskesmas. Kalau tidak bisa diatasi, nanti akan dirujuk ke rumah sakit,” terang Dante.
Dalam kunjungan itu, Dante menyampaikan pentingnya aspek pemeriksaan kesehatan mental dalam program CKG. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap berdasarkan jenjang pendidikan, dengan pendekatan berbeda antara SD dan SMP/SMA.
“Untuk anak-anak SD memang agak sulit untuk melakukan pemeriksaan kesehatan mental. Nanti kita utamakan untuk anak-anak yang tingkat SMP dan tingkat SMA. Nanti akan kelihatan apakah anak-anaknya depresi, apakah anak-anaknya cemas, itu berkaitan dengan pemeriksaan neurosis. Nanti bisa diidentifikasi, yang kemudian ditindaklanjuti oleh puskesmas dan guru BP,” jelasnya.
Meski begitu, anak-anak SD tetap mendapat skrining awal melalui kuisioner yang diisi oleh orang tua siswa. “Sebenarnya ada kuisioner yang dibagikan ke anak-anak SD, diisi oleh orang tuanya. Ini untuk mengidentifikasi pemeriksaan kesehatan mental anak-anak SD karena anak SD kan masih susah untuk ditanya-tanya, tapi kalau SMP dan SMA lebih gampang pertanyaan-pertanyaan berlanjut,” tambah Dante.
Soal imunisasi, Dante menyebut ada dua vaksin utama yang diberikan kepada siswa, yaitu MR untuk kelas 1 SD dan HPV untuk kelas 5 SD. Vaksin MR untuk penyakit mams dan rubella, sedangkan HPV untuk kanker serviks. Dante menjelaskan, vaksinasi HPV sangat penting untuk mencegah kanker leher rahim pada perempuan, yang merupakan penyebab kematian kedua akibat kanker di Indonesia.(bry)
Editor : Hanif