Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Kementerian Kebudayaan Verifikasi Tiga Tradisi Sasak Usulan Lombok Timur untuk Penetapan WBTB 2026 di Nusa Tenggara Barat

Basilius Andreas Gas • Rabu, 20 Mei 2026 | 10:27 WIB
Salah satu tradisi belanjakan masyarakat di Lombok Timur, Provinsi NTB. (ANTARA/Akhyar Rosidi).
Salah satu tradisi belanjakan masyarakat di Lombok Timur, Provinsi NTB. (ANTARA/Akhyar Rosidi).

PONTIANAK POST- Proses penetapan tiga tradisi budaya Sasak dari Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tahun 2026 tengah memasuki tahap verifikasi oleh Kementerian Kebudayaan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur M Nurul Wathoni mengatakan pemerintah daerah berkomitmen menjaga dan melestarikan warisan budaya tersebut agar memperoleh pengakuan resmi dari negara.

“Kami terus berupaya agar warisan budaya benda maupun tak benda di daerah tetap lestari. Besar harapan kami agar tiga warisan budaya yang diverifikasi hari ini dapat lolos,” ujarnya.

Tim verifikasi yang turun ke lapangan terdiri dari unsur Direktorat Kementerian Kebudayaan, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) NTB, serta Dinas Kebudayaan Provinsi NTB.

Tim tersebut meninjau langsung tiga usulan, yakni tradisi belanjakan Masbagik, tradisi tenun Sapit Swele, dan Jajan Temerodok dari Desa Sakra.

Pemerintah daerah saat ini juga tengah melengkapi kekurangan dokumen pendukung agar tradisi tersebut dapat ditetapkan sebagai WBTB pada 2026.

Selain itu, pengusulan warisan budaya lain juga akan terus dilakukan dengan dukungan kajian ilmiah meski masih terkendala keterbatasan anggaran penelitian.

“Saya apresiasi tim verifikasi dan masyarakat Masbagik, Desa Sakra, dan Sapit yang ikut mendukung secara moral dan materiil agar tradisi Sasak tetap lestari,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar terus menjaga warisan budaya turun-temurun tersebut agar tetap hidup dan memberi dampak positif bagi kesejahteraan warga.

“Mari berkolaborasi untuk tetap melestarikan budaya Sasak, supaya memberikan dampak positif bagi masyarakat,” katanya. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
#WBTB #kementerian kebudayaan #lombok timur #Sasak #tradisi