Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Perlintasan Kereta Bisa Lebih Aman, BRIN Ciptakan Rubber Crossing Plate Berbahan Karet Alam

Khoiril Arif Ya'qob • Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:52 WIB
Salah satu jalur kereta api di Indonesia. (KEMENTERIAN PARIWISATA)
Salah satu jalur kereta api di Indonesia. (KEMENTERIAN PARIWISATA)

PONTIANAK POST - Perlintasan sebidang kereta api masih menjadi salah satu titik rawan kecelakaan dan kerusakan infrastruktur di Indonesia.

Untuk menjawab masalah itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan pelat berbasis karet alam yang diklaim mampu meredam getaran, mengurangi pergeseran material, serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan saat melintasi rel kereta.

Inovasi Pelat Karet untuk Perlintasan Kereta

Dilansir dari laman resminya (14/5), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan Rubber Crossing Plate (RCP), sebuah material inovatif berbahan dasar karet alam tervulkanisasi yang dirancang khusus untuk perlintasan sebidang kereta api.

Baca Juga: Melintas hingga Malaysia dan Brunei, Rencana Kereta Api Trans-Kalimantan Sejalan dengan Proyek TBR Brunergy

Teknologi ini dikembangkan sebagai solusi atas berbagai masalah yang selama ini muncul pada perlintasan yang menggunakan material konvensional seperti kayu, beton, maupun baja.

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN, Ade Sholeh Hidayat, mengatakan bahwa RCP merupakan bagian dari upaya menciptakan sistem keselamatan yang lebih baik di kawasan perlintasan kereta.

"Keselamatan tidak hanya ditentukan oleh perilaku pengguna jalan, tetapi juga kualitas infrastruktur yang mendukungnya," ujarnya.

Material Konvensional Rentan Bergeser dan Rusak

Menurut Ade, sebagian besar perlintasan kereta di Indonesia masih menggunakan material konvensional yang memiliki berbagai keterbatasan.

Baca Juga: Investasi Rp25 Triliun, Kaltara Siap Bangun Jaringan Kereta Api: Terhubung ke IKN, Brunei dan Malaysia

Beban berat kereta api yang melintas setiap hari ditambah kendaraan bermotor yang terus bergerak di atas perlintasan menyebabkan material mudah bergeser dan mengalami getaran tinggi.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan perbedaan ketinggian permukaan jalan, kerusakan struktur, hingga mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Mampu Menyerap Getaran dan Lebih Nyaman Dilintasi

Berbeda dengan bahan lain, RCP memiliki elastisitas tinggi sehingga mampu menyesuaikan beban yang diterima.

Material karet yang digunakan juga mempunyai kemampuan menyerap getaran dan meredam vibrasi secara lebih efektif.

Dengan karakteristik itu, kendaraan dapat melintas di atas rel dengan lebih mulus dan stabil.

Lalu, permukaan pelat dirancang memiliki sifat anti-selip sehingga dapat meningkatkan keselamatan pengendara, terutama saat kondisi jalan basah.

Baca Juga: Jaringan Kereta Api Kaltara Dipastikan Tanpa APBD dan APBN

Lebih Tahan Lama Dibanding Beton dan Aspal

Salah satu keunggulan utama RCP adalah ketahanannya terhadap beban berulang atau cyclic loading.

Pada material konvensional, tekanan yang terjadi terus-menerus biasanya memicu retakan mikro yang lama-kelamaan berkembang menjadi kerusakan serius.

Material karet mampu mengalami deformasi sementara dan kembali ke bentuk semula setelah tekanan berkurang.

Menurut BRIN, sifat tersebut membuat umur pakai RCP berpotensi lebih panjang dibandingkan beton maupun aspal.

Baca Juga: Jika Rel Kereta Dibangun di Kalbar, Apa Dampak bagi Harga Barang? Ini Penjelasannya

Sistem Modular Bikin Perawatan Lebih Cepat

Keunggulan lain dari RCP terletak pada desain modular yang memudahkan proses pemasangan dan pemeliharaan.

Jika terjadi kerusakan, penggantian dapat dilakukan pada bagian tertentu tanpa harus membongkar seluruh perlintasan.

Metode ini dinilai lebih efisien dibandingkan perbaikan menggunakan beton yang membutuhkan waktu pengerjaan dan proses pengeringan lebih lama.

Dengan demikian, gangguan terhadap arus lalu lintas di sekitar perlintasan dapat diminimalkan.

Dorong Industri Karet Nasional

Disamping meningkatkan keselamatan transportasi, inovasi ini juga berpotensi memberikan dampak ekonomi.

Pasalnya, RCP menggunakan bahan baku karet alam dalam negeri yang dapat memperkuat rantai industri karet nasional dan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

Baca Juga: Transportasi Sungai vs Kereta Api, Mana yang Lebih Efisien untuk Kalbar?

Saat ini riset Rubber Crossing Plate telah memasuki tahap akhir pengembangan dan telah didaftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) untuk perlindungan paten dan desain industri.

Siap Diimplementasikan di Perlintasan Kereta Indonesia

BRIN berharap inovasi ini dapat segera diadopsi secara luas oleh pemerintah dan operator transportasi.

Jika diterapkan secara masif, Rubber Crossing Plate berpotensi mengubah perlintasan sebidang yang selama ini rawan kerusakan menjadi area yang lebih aman, stabil, nyaman, dan berkelanjutan bagi pengguna jalan maupun operasional kereta api. (*)

Editor : Miftahul Khair
#perlintasan kereta api #BRIN #Keamanan #kereta api