Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Rumah Tipis Surabaya Viral, Berdiri Cuma di Lahan 60 Cm

Aristono Edi Kiswantoro • Rabu, 8 Juli 2026 | 22:09 WIB
TERBELAH: Supercar McLaren yang dikemudikan Youtuber Andra ST bersama kontebn kreator game Robby Pantjoro terbelah jadi dua dan sudah diamankan di Makolantas Grogol, Sukoharjo, Rabu (8/7). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
TERBELAH: Supercar McLaren yang dikemudikan Youtuber Andra ST bersama kontebn kreator game Robby Pantjoro terbelah jadi dua dan sudah diamankan di Makolantas Grogol, Sukoharjo, Rabu (8/7). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

 

PONTIANAK POST – Sebuah rumah tipis di Surabaya menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial. Berdiri di atas lahan berbentuk segitiga dengan ujung hanya sekitar 60 sentimeter, rumah di Jalan Bulak Cumpat Srono IV itu setiap hari didatangi warga dan kreator konten yang penasaran melihat langsung keunikannya.

Di balik viralnya bangunan tersebut, tersimpan kisah seorang pemilik rumah yang memilih melihat peluang ketika banyak orang menganggap sebidang tanah itu mustahil dijadikan hunian. Kini, rumah tersebut belum hanya menjadi objek foto, tetapi juga simbol kreativitas memanfaatkan lahan sempit di tengah kota.

Rasa Penasaran Warga Tak Pernah Surut

Beberapa menit sekali, pengendara tampak memperlambat kendaraan saat melintasi rumah bercat kuning dan hijau itu. Sebagian berhenti untuk memotret, sementara lainnya merekam video sebelum melanjutkan perjalanan.

Agus Sanjaya, pemilik rumah, mengaku tidak pernah membayangkan bangunan yang awalnya hanya dipasarkan sebagai rumah kontrakan justru berubah menjadi perbincangan nasional.

"Awalnya cuma diposting tukang di Facebook buat cari penyewa. Saya juga tidak menyangka bakal seramai ini," ujar Agus.

Rumah yang selesai dibangun pada Mei 2026 itu ditawarkan dengan harga sewa Rp9 juta per tahun. Nomor telepon yang dicantumkan adalah milik istrinya, Yulia.

Tak lama setelah unggahan tersebut muncul di Facebook, foto rumah menyebar ke Instagram, Threads, hingga berbagai platform media sosial. Telepon pun berdatangan tanpa henti.

"Banyak yang ingin menyewa. Ada juga kreator konten yang meminta izin membuat video. Sampai tengah malam masih ada yang menelepon, akhirnya nomor istri saya diganti," kata Agus sambil tersenyum.

Meski viral, hingga awal Juli rumah tersebut masih belum mendapatkan penyewa.

Dari Tanah Tak Dilirik Menjadi Hunian Unik

Rumah itu bermula dari sebidang tanah yang sulit dijual karena bentuknya tidak lazim. Lahan segitiga tersebut akhirnya dibeli Agus dari tetangganya dengan harga sekitar Rp80 juta.

Ia kemudian menginvestasikan sekitar Rp100 juta untuk membangun rumah dua lantai di atas lahan yang dianggap banyak orang tidak mungkin dimanfaatkan.

Bahkan, menurut Agus, beberapa warga termasuk ketua RT sempat meragukan rencana tersebut.

"Katanya buat parkir kendaraan saja tidak cukup," tuturnya.

Desain Berubah Berkali-kali demi Menghemat Ruang

Sebelum pembangunan dimulai, Agus berkali-kali mengubah rancangan sederhana yang dibuatnya. Posisi pintu, tangga, hingga kamar mandi dihitung ulang agar setiap sudut lahan dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Semula pintu utama direncanakan berada di ujung segitiga. Namun setelah dipertimbangkan, pintu dipindahkan ke sisi samping sehingga ruang di dalam terasa lebih lega.

Bagian tanah yang paling sempit dimanfaatkan sebagai jalur instalasi pipa PDAM sehingga tidak ada ruang yang terbuang.

Interior Tetap Nyaman Meski Berdiri di Lahan Sempit

Rumah tersebut memiliki panjang sekitar delapan meter dengan lebar sekitar lima meter pada bagian terluas. Bangunan terdiri atas dua lantai dengan tinggi sekitar enam meter.

Langit-langit dibuat tinggi agar sirkulasi udara tetap baik. Cahaya matahari juga masuk melalui balkon lantai dua sehingga ruangan terasa terang.

Lantai pertama berisi dapur, kamar mandi, dan ruang parkir untuk satu sepeda motor. Sementara lantai dua difungsikan sebagai kamar tidur dengan balkon kecil yang dilengkapi keran air untuk mencuci pakaian.

Meski dari luar terlihat sangat sempit, bagian dalam rumah memberikan kesan lebih lapang setelah seseorang melewati pintu masuk.

Terinspirasi Hunian Sempit di Thailand

Agus mengaku mendapatkan inspirasi membangun rumah tersebut setelah berkunjung ke Thailand. Ia melihat banyak rumah berdiri di sela-sela bangunan dengan memanfaatkan bidang tanah yang sempit dan bentuk yang tidak beraturan.

Konsep itu kemudian ia terapkan di Surabaya dengan menyesuaikan kondisi lahan yang dimiliki.

Pilihan warna kuning dan hijau juga bukan tanpa alasan. Agus yang aktif sebagai pengurus Persebaya Surabaya sengaja menggunakan warna identitas klub kebanggaannya agar rumah mudah dikenali.

"Sengaja biar menarik perhatian orang yang lewat," ujarnya.

Viral, tetapi Belum Berpenghuni

Popularitas rumah tersebut membuat Agus untuk sementara melepas banner bertuliskan "Dikontrakkan". Ia berencana memasangnya kembali setelah perhatian publik mulai mereda.

Hingga kini, hampir setiap hari masih ada warga yang berhenti untuk mengabadikan rumah unik itu. Bagi Agus, viralnya rumah bukan lagi sekadar soal promosi, tetapi menjadi bukti bahwa keterbatasan lahan tidak selalu membatasi kreativitas.

Fenomena pemanfaatan lahan sempit di kawasan perkotaan sejalan dengan tantangan penyediaan hunian di Indonesia. Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 56,4 persen penduduk Indonesia tinggal di wilayah perkotaan. Tingginya urbanisasi membuat ketersediaan lahan semakin terbatas sehingga mendorong lahirnya berbagai inovasi desain hunian pada bidang tanah yang kecil atau tidak beraturan.

Sementara itu, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) juga menilai keterbatasan lahan di kota menjadi salah satu tantangan utama penyediaan rumah. Karena itu, pemerintah mendorong pengembangan hunian yang lebih efisien melalui optimalisasi lahan, pembangunan rumah vertikal, dan desain yang mampu memaksimalkan fungsi ruang tanpa mengurangi kenyamanan penghuninya. **

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#rumah viral Surabaya #rumah di lahan sempit #rumah segitiga #desain rumah unik #hunian minimalis perkotaan