Oleh: Eka Riana
KEHAMILAN dan melahirkan merupakan proses alamiah yang terjadi di dalam tubuh. Menjalani masa kehamilan dan proses melahirkan meskipun terjadi secara alamiah, bukanlah perkara mudah bagi seorang ibu. Ada banyak perubahan fisik dan psikologis yang terjadi pada tubuh ibu sehingga membutuhkan support dari orang-orang terdekat khususnya suami.
Tingginya angka kematian ibu pada masa kehamilan, persalinan dan nifas masih menjadi masalah baik secara lokal, nasional bahkan global. Kasus kematian ibu di Kalimantan Barat mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2023, setidaknya terdapat 135 kasus kematian ibu. Meskipun angka ini masih berada di bawah rata-rata nasional (183 per 100 ribu ) kelahiran hidup. Ada banyak penyebab tingginya kematian ibu di Kalimantan Barat. Diantaranya perdarahan, jantung dan pre eklampsia/eklampsia. Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Baik dari dinas kesehatan, rumah sakit, puskesmas maupun masyarakat atau keluarga bahkan suami sebagai orang terdekat ibu.
Suami memiliki peran yang penting selama kehamilan. Keterlibatanya memiliki peran besar dalam mengatasi permasalahan kesehatan ibu selama hamil dan melahirkan. Berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwa dukungan yang dilakukan suami kepada ibu hamil dapat mempengaruhi kesiapan ibu hamil mencapai perannya menjadi seorang ibu (Silvania Woromboni, 2022) .
Peran suami dalam rumah tangga khususnya ketika istri sedang hamil sering kali hanya berpusat pada pengambilan keputusan dan penyediaan dukungan financial. Padahal ada banyak hal yang dapat dilakukan oleh seorang suami ketika istrinya hamil dan melahirkan.
Ada beberapa peran suami yang perlu dilakukan ketika istri sedang hamil dan melahirkan. Pertama, memberikan perhatian kepada istri. Yang dapat dilakukan suami adalah dengan berkomunikasi dan mendengarkan istri, misalnya pada saat istri khawatir dengan kondisi kehamilannya atau merasa tidak nyaman dengan perubahan yang dialami tubuhnya.
Selain mengajaknya bercerita dan mendengarkan ceritanya, berikan respon terhadap
permasalahannya. Ketika memberikan respon seorang suami hendaklah hati-hati, jangan sampai respon yang diberikan justru menambah kekhawatiran istri. Upayakan berikan respon dan dukungan positif.
Kedua, membantu pekerjaan rumah tangga. Perubahan fisik maupun psikologis yang dialami ibu selama hamil maupun pasca persalinan membuatnya sering merasa kelelahan. Oleh sebab itu suami dapat membantu pekerjaan rumah tangga agar istri dapat beristirahat dengan baik dan merawat dirinya sehingga kesehatan ibu dan bayi dapat terjaga.
Ketiga, menemani istri mengikuti kelas hamil. Salah satu bentuk kepedulian suami ketika istri sedang hamil ialah menemani istri periksa hamil dan mengikuti kelas kehamilan yang dilaksanakan di fasilitas kesehatan.
Kegiatan ini penting agar suami juga mengetahui setiap fase perkembangan kesehatan ibu dan janin. Apabila terdapat masalah kesehatan segera diketahui tidak hanya oleh ibu hamil sendiri tetapi juga oleh suami sehingga masalah tersebut bisa diatasi sedini mungkin.
Keempat, menemani istri ketika melahirkan. Menemani istri ketika melahirkan sangatlah penting dilakukan oleh suami. Hal ini dapat mengurangi nyeri persalinan yang dirasakan ibu.
Adapun hal yang dapat dilakukan oleh suami ketika menemani istri melahirkan misalnya memijat punggungnya dan membantu mencari posisi yang nyaman ketika melahirkan. Dengan mendampingi istri saat melahirkan, suami dapat mengetahui bagaimana perjuangan istri ketika melahirkan dan dapat meningkatkan rasa percaya diri istri ketika melewati setiap fase persalinan.
Kelima, mengajak orang terdekat memberikan support kepada istri. Perubahan fisik dan mental yang dialami ibu selama kehamilan terkadang cukup menggangu kesehatan ibu hamil.
Dukungan tidak hanya diperlukan dari suami, tetapi dari orang terdekat seperti orang tua, mertua, adik, kakak, ipar bahkan teman dekat. Adapun bentuk dukungan yang dapat diberikan. Misalnya dengan mengunjunginya atau ketika bertemu memberikan dukungan setiap keluh kesahnya serta memberikan dukungan setiap upaya yang dilakukan terhadap kesehatan bayi dan dirinya.**
*Penulis adalah mahasiswa Doktoral IKM Universtitas Sebelas Maret Surakarta.
Editor : A'an