Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

TKA dan Sedekah Nilai

Hanif PP • Senin, 6 Oktober 2025 | 07:34 WIB
Y Priyono Pasti.
Y Priyono Pasti.

Oleh: Y Priyono Pasti*

Sedekah nilai bukan lagi rahasia umum di jagat pendidikan kita. Praktik guru memberikan nilai yang lebih tinggi kepada siswa dari capaian nilai sebenarnya sudah jamak terjadi. Kebiasaan yang jauh dari kepantasan dan keadaban ini selain menghambat perkembangan siswa, juga merusak kualitas pendidikan, menciptakan ketidakadilan, menurunkan integritas penilaian, dan merusak kredibilitas institusi pendidikan.

Menyadari dampak buruk dari praktik ‘sedekah nilai’ ini, evaluasi pendidikan nasional terus di-upgrade. Perubahan sistem penilaian untuk perbaikan terus dilakukan. Ujian nasional (UN) yang sebelumnya menjadi penentu kelulusan telah diganti menjadi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Kelulusan sepenuhnya menjadi kewenangan satuan pendidikan.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengatakan, TKA akan berbeda dengan UN. TKA hadir sebagai respons atas kebutuhan evaluasi yang lebih adil dan tidak traumatis dibandingkan UN sebelumnya. Atip juga mengingatkan bahwa TKA tidak bersifat wajib, tetapi hasilnya penting karena dapat menjadi salah satu pertimbangan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

Selain itu, TKA juga bisa dijadikan tolok ukur untuk memetakan capaian belajar siswa dan mengonfirmasi nilai yang diberikan guru di rapor. TKA berfungsi sebagai alat ukur kemampuan akademik individual untuk memetakan capaian pembelajaran dan sebagai ‘batu uji’ mengonfirmasi nilai rapor sehingga mencegah praktik ‘sedekah nilai’ yang selama ini kerap terjadi.

Dalam konteks SMA/SMK, TKA dirancang untuk menilai kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta penguasaan materi inti seperti literasi membaca, literasi numerasi, dan penalaran ilmiah. Melalui TKA, siswa tak hanya diuji seberapa luas pengetahuannya, tetapi juga seberapa siap mereka dalam menghadapi tantangan belajar di tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

Mengutip harian nasional, Rabu (17/9/2025), TKA tidak sekadar syarat administratif, tetapi juga investasi untuk masa depan murid. Hasil TKA dapat menjadi cerminan kemampuan dasar sekaligus menjadi tiket awal menuju pendidikan tinggi yang lebih berkualitas.

Dengan hasil tes yang terukur, perguruan tinggi memiliki rujukan obyektif dalam melakukan seleksi, sementara siswa mendapatkan gambaran nyata mengenai kekuatan dan area belajar yang masih perlu ditingkatkan.

Kemendikdasmen mengajak seluruh siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih lanjut untuk tidak melewatkan kesempatan mengikuti TKA. Dengan mengikuti tes ini, siswa bisa lebih siap menghadapi proses seleksi sekaligus mempersiapkan diri menyongsong masa depan yang lebih cerah.

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok menegaskan pentingnya TKA dalam seleksi tahun 2026. Siswa yang mengikuti SNPMB 2026 wajib memiliki nilai TKA.

Saat ini, Kemendikdasmen melalui Pusat Asesmen Pendidikan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (BSKAP Kemendikbudristek) resmi membuka pendaftaran TKA. Uji kompetensi ini menjadi salah satu instrumen penting untuk mengukur kemampuan dasar calon mahasiswa sebelum melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

Pendaftaran TKA telah dibuka mulai tanggal 24 Agustus 2025 sampai dengan 5 Oktober 2025. Satuan pendidikan dapat melakukan registrasi melalui laman resmi tka.kemendikdasmen.go.id. satuan pendidikan diimbau untuk melengkapi persyaratan sejak awal, tidak menunggu hingga mendekati batas akhir agar memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik.

Khusus pelaksanaan TKA pada jenjang SMA, satuan pendidikan diharapkan berkoordinasi dengan orangtua peserta didik untuk melakukan verifikasi ulang terhadap formulir isian, khususnya terkait pemilihan mata pelajaran yang akan diambil ketika pelaksanaan TKA.

Kini, jutaan murid telah jadi calon peserta TKA. Dari hari ke hari, jumlah pendaftar TKA terus bertambah. Hingga Senin (15/9/2025), jumlah murid yang mendaftar sudah mencapai lebih dari 1.000.000 dari berbagai satuan pendidikan setingkat SMA/SMK sederajat. Jumlah pendaftar dari satuan pendidikan nonformal yang akan menggunakan TKA sebagai sarana penyetaraan ijazah pun terpantau terus meningkat.

Pelaksanaan TKA jenjang SMA sederajat rencananya akan digelar pada November 2025. Ini berarti tinggal lebih kurang satu bulan lagi persiapan siswa menghadapi TKA. Siswa SMA/SMK sederajat yang ingin masuk perguruan tinggi negeri (PTN) lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) wajib mengikuti TKA. TKA akan dijadikan validator nilai rapor untuk melihat kemampuan siswa selama sekolah dan kecocokannya dengan prodi di PT.

Di sisa waktu yang tersedia menjelang TKA pada November 2025, untuk menuai sukses TKA tersebut  persiapan yang matang adalah kuncinya. Sejumlah rekomendasi yang ditawarkan untuk sukses TKA, di antaranya adalah sebagai berikut.

Pertama, aturlah jadwal belajar dan laksanakan secara konsisten. Dikutip dari akun Instagram resmi @litbangdikbud, Sabtu (20/9/2025), sebaiknya biasakan atur jadwal belajar harian secara konsisten dengan fokus pada satu atau dua mata pelajaran sehari. Jangan biasakan menumpuk pelajaran karena akan membuat lelah sehingga proses belajar menjadi kurang maksimal.

Kedua, lakukan latihan soal secara bertahap agar terbiasa dengan soal-soal ujian. Untuk latihan soal TKA, siswa bisa langsung mengunjungi laman resmi pusmendik.kemendikdasmen.go.id. Baca juga: Kemendikdasmen Minta Siswa Tidak Stres karena TKA: Bukan Penentu Kelulusan.

Ketiga, perhatikan dan catatlah materi yang sering keluar saat berlatih dalam buku catatan atau tulislah di sticky notes. 

Keempat, jagalah kesehatan dengan mengatur secara ketat pola hidup sehat, yakni konsumsi makanan yang bergizi, tidur (beristirahat) yang cukup, tidak bergadang, dan terus upayakan berolah raga yang rutin supaya kondisi badan tetap fit dan fresh.

Kelima, biasakan pola pikir bertumbuh (PPB). Biasakan untuk memiliki mindset positif dan semangat optimistik yang menggelegak. Apabila merasa panik dan suntuk saat berlatih soal-soal TKA, kuatkan diri bahwa TKA tidak menentukan kelulusan dari sekolah.

Catatan penegasan

Tes Kemampuan Akademik adalah tes standar nasional yang bertujuan untuk mengukur capaian akademik murid secara objektif yang meliputi pemahaman konsep, penalaran, dan penerapan pengetahuan. TKA  bertujuan memberikan gambaran capaian individu murid untuk mendukung proses seleksi yang akuntabel dan penjaminan mutu pendidikan.

Substansi TKA adalah investasi untuk masa depan murid. Hasil TKA dapat menjadi cerminan kemampuan dasar sekaligus menjadi tiket awal menuju pendidikan tinggi yang lebih berkualitas. Siswa yang mengikuti SNPMB 2026 wajib memiliki nilai TKA.

Agar siswa-siswi kita berhasil dalam TKA November 2025 nanti, mari kita terus memberikan dukungan kepada murid, utamanya yang saat ini berada di kelas 12, untuk terus mengembangkan potensinya melalui keikutsertaannya dalam TKA untuk menuju pendidikan tinggi yang berkualitas.  

 

*Penulis Alumnus USD Yogya

Guru di SMP/SMA St. F. Asisi

Pontianak – Kalimantan Barat

Editor : Hanif
#pendidikan #integritas #belajar #sedekah #reformasi #keadilan #nasional