PONTIANAK POST - Honda ternyata sempat mencoba mengguncang peta kekuatan MotoGP dengan mendekati bos besar Ducati, Luigi Dall’Igna, untuk proyek 2027.
Namun upaya itu kandas setelah sang arsitek kesuksesan Ducati menolak tawaran tersebut.
Laporan Gazzetta dello Sport menyebut Honda bahkan telah membuka jalur komunikasi untuk merekrut Dall’Igna sebelum akhirnya menunjuk Davide Brivio sebagai konsultan mulai musim depan.
Rekrutmen Brivio diumumkan saat akhir pekan MotoGP Prancis.
Ia akan meninggalkan Trackhouse Racing setelah tiga musim dan bergabung dengan proyek restrukturisasi Honda menyambut perubahan regulasi besar 2027.
Manajemen Honda dikabarkan melakukan perombakan menyeluruh guna memanfaatkan regulasi baru sebagai momentum kebangkitan.
Peran Brivio nantinya akan fokus pada kebijakan olahraga tim, sementara manajer HRC saat ini, Alberto Puig, tetap berada di struktur namun dengan fungsi yang dimodifikasi sebagai penghubung pembalap dan tim.
Dall’Igna sendiri selama ini dijuluki Adrian Newey-nya MotoGP karena kejeniusannya dalam pengembangan motor Ducati.
Ia menjadi sosok sentral di balik enam gelar konstruktor beruntun Ducati dan dominasi para juara dunia dalam beberapa musim terakhir.
Namun situasi musim ini mulai berubah. Ducati tidak lagi sepenuhnya dominan, dengan Aprilia dan Trackhouse kini memimpin klasemen tim.
Hal itu justru bisa menjadi alasan tambahan bagi Dall’Igna untuk bertahan dan mengembalikan kejayaan pabrikan Borgo Panigale tersebut.
Upaya Honda membajak Dall’Igna juga mengingatkan pada rumor 2023 ketika ia dikaitkan dengan potensi reuni bersama Marc Marquez. Namun skenario itu tak pernah terwujud. (*)
Editor : Budi Miank