PONTIANAK POST - Pebalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio, mengungkap dirinya sama sekali tidak mengetahui insiden besar yang melibatkan Brad Binder dan Joan Mir pada tikungan pertama Sprint Race MotoGP Catalunya 2026, Sabtu 16 Mei 2026.
Pebalap Ducati itu bahkan nyaris merebut kemenangan setelah berhasil bangkit dari kekacauan lap pembuka dan finis hanya terpaut kurang dari setengah detik dari duel sengit Alex Marquez dan Pedro Acosta di garis akhir.
Mengutip MotoGP.com, Di Giannantonio mengaku situasi di tikungan pertama berlangsung sangat cepat akibat efek aerodinamika motor yang membuatnya kesulitan mengontrol arah saat pengereman memasuki Turn 1 Sirkuit Catalunya.
Baca Juga: Jorge Martin Crash 4 Kali di MotoGP Catalunya, Juara Dunia 2024 Bongkar Penyebabnya
“Saya mencoba masuk sendiri. Saya tidak merasakan kontak apa pun. Jadi saya pikir semua orang aman,” kata Di Giannantonio kepada MotoGP.com.
Pebalap Italia itu baru mengetahui bahwa Binder dan Mir terjatuh setelah balapan selesai. Ia menyebut tidak memiliki ruang lain untuk menghindar ketika motornya melebar ke sisi dalam tikungan.
“Saya benar-benar tidak tahu bagaimana cara menghindarinya selain masuk ke dalam tikungan. Itu satu-satunya ruang yang saya miliki,” ujarnya.
Insiden tersebut sempat diselidiki Steward FIM MotoGP. Namun, otoritas balap memutuskan tidak ada tindakan lanjutan terhadap Di Giannantonio.
Baca Juga: Marco Bezzecchi vs Jorge Martin Cuma Selisih 1 Poin, Cek Jadwal Lengkap MotoGP Catalunya 2026
Meski sempat terjebak dalam kekacauan awal lomba, pebalap VR46 itu mampu menunjukkan performa impresif.
Dari posisi keenam pada lap pertama, ia berhasil menyalip Jorge Martin dan Johann Zarco sebelum memburu rombongan terdepan.
Di Giannantonio kemudian melewati Raul Fernandez di lap penultimate dan terus menekan dua pebalap terdepan hingga garis finis.
“Setelah lap pertama, balapannya luar biasa. Sangat sibuk dengan banyak overtake dan mencoba memangkas jarak ke Pedro dan Alex,” katanya.
Ia menilai kehilangan waktu pada awal lomba menjadi faktor utama yang membuatnya gagal memperebutkan kemenangan Sprint MotoGP Catalunya.
“Di MotoGP level sekarang, Anda tidak boleh memberi pembalap depan jarak satu atau dua detik karena akan sangat sulit mengejarnya kembali,” lanjutnya.
Di Giannantonio bahkan berharap duel antara Alex Marquez dan Pedro Acosta berlangsung lebih agresif agar dirinya bisa semakin mendekat.
Baca Juga: Maverick Vinales Blak-blakan Soal Kontrak MotoGP 2027, Nasib di KTM Ditentukan Bahu Kiri
“Saya berharap mereka bertarung lebih keras supaya saya bisa lebih dekat. Tapi mereka sangat cerdas di lap terakhir,” ujarnya sambil tertawa.
Hasil Sprint Catalunya membuat Di Giannantonio tetap menjaga peluang di klasemen MotoGP 2026.
Ia kini hanya terpaut satu poin dari Pedro Acosta dalam perebutan posisi ketiga klasemen sementara.
Sementara itu, rekan setimnya di VR46 Racing Team, Franco Morbidelli, menuntaskan Sprint Race di posisi ketujuh setelah start dari baris depan.(*)
Editor : Budi Miank