PONTIANAK POST- Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama dan Mario Aji memanfaatkan jeda paruh musim Moto2 dan Moto3 untuk memulihkan energi dengan menikmati keindahan alam serta budaya Bali sebelum kembali menghadapi rangkaian balapan berikutnya.
Kedua pembalap tersebut menghabiskan waktu di kawasan Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu. Mereka menjajal berbagai pengalaman budaya dan menikmati suasana pesisir sebagai bagian dari penyegaran sebelum kembali menjalani persiapan kompetisi.
“Kami eksplorasi Nusa Dua, lihat sunset dan pantai,” kata pembalap Moto3 Veda Ega Pratama di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu.
Dalam kunjungan singkat tersebut, ITDC The Nusa Dua memperkenalkan sejumlah pengalaman khas Bali kepada kedua pembalap. Mulai dari menikmati kuliner bebek goreng dengan sambal matah, melihat kerajinan lokal, mencoba sketsa wajah, hingga memainkan gamelan bambu atau rindik.
Selain itu, Veda dan Mario juga menikmati suasana kawasan pantai Nusa Dua sebelum melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta untuk menyapa para penggemar.
Setelah agenda tersebut, keduanya akan kembali menjalani latihan dengan menjajal lintasan Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai persiapan menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang berlangsung pada 9-11 Oktober 2026.
Pada balapan di Sirkuit Mandalika, Mario Aji akan turun di kelas Moto2, sementara Veda Ega Pratama berlaga pada kelas Moto3.
Mario mengatakan suasana Bali memberikan penyegaran dan energi baru setelah menjalani kompetisi panjang. Ia juga memanfaatkan masa jeda sekitar tiga minggu untuk berkumpul bersama keluarga.
Menurutnya, waktu pemulihan tersebut menjadi kesempatan penting untuk membangun kembali motivasi setelah mengalami cedera leher akibat kecelakaan di Sirkuit Jerez, Spanyol.
Memasuki paruh kedua musim, Mario menyebut masih terdapat 11 seri balapan yang harus dijalani. Balapan terdekat akan berlangsung di Silverstone, Inggris, pada 7-9 Agustus, sebelum menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
“Kami ingin mengerahkan segalanya di setiap balapan dan karena antusias yang luar biasa sebelum balapan di Mandalika, kami dapat motivasi dan semangat yang berbeda dari balapan lainnya,” ucapnya. (ant)
Editor : Basilius Andreas GasSumber : Antara