Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Oline, Ojek Online Lokal dari Sintang

Siti • Selasa, 6 September 2022 | 15:35 WIB
Pendiri Oline, Kristiono (kanan) dan Dede Aunurahman (kiri).
Pendiri Oline, Kristiono (kanan) dan Dede Aunurahman (kiri).
Ojek online kian menjamur menyusul kebutuhan masyarakat akan kemudahan mobilitas. Adalah Oline, layanan ojek daring berbasis aplikasi yang lahir di Sintang. Bagaimana eksistensinya?

Oleh : Siti Sulbiyah

Dwi Kuryatni (38) turun dari rumah sejak pagi hari usai beberes rumah dan mengurus anak. Sejak pagi, pesanan sudah mulai berdatangan dari para pengguna aplikasi Oline.

“Berangkat kadang jam tujuh pagi,” ungkap Dwi, pengendara Oline.

Oline adalah layanan berbasis aplikasi yang melayani angkutan melalui jasa ojek. Perusahaan ini berbasis di Kota Sintang.

Dwi merupakan warga Sintang. Ia bergabung menjadi pengendara Oline pertengahan 2021. Sebelumnya, ibu dua anak ini merupakan mitra salah satu perusahaan ojek online yang berbasis di Jawa. Ia memutuskan pindah ke Oline lantaran manajemennya lebih baik.

Menurut Dwi, pengendara Oline harus mengenakan jaket perusahaan saat bekerja. Driver juga wajib memakai sepatu. Penggunaan sandal hanya boleh dilakukan saat kondisi hujan.

“Oline juga tidak memperbolehkan mengambil pesanan yang dilakukan secara offline,” katanya.

Dwi bisa mendapat orderan rata-rata 20 kali dalam satu hari. Penghasilannya saat ini cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Suka duka dirasakan selama menjadi driver Oline. Mulai dari pengguna yang sulit dihubungi, hingga jaringan internet yang tidak stabil. Dwi pernah mendapatkan pelanggan yang cuek dan banyak komplain. Ia juga pernah mendapat pelanggan yang membatalkan pesanan padahal makanan sudah dibelikan.

“Kadang ada pelanggan yang bentak. Pengguna komplain karena lama sampai. Padahal kan kami kadang tidak bisa cepat, entah karena macet, ataupun lama mengantri makanan,” ucapnya.

Namun, pelanggan yang ramah tak kalah banyaknya. Ada yang memberi semangat. Tak sedikit pula yang memberikan tips kepada driver. “Ini yang bikin semangat,” imbuhnya.

Oline merupakan layanan berbasis aplikasi yang melayani beragam jenis angkutan, mulai dari ojek sepeda motor, ojek mobil, kurir barang, layanan pesan makanan, hingga layanan belanja kebutuhan sehari-hari, dan lain sebagainya. Pendirinya adalah Kristiono dan Dede Aunurahman, warga Sintang.

Oline didirikan pada Januari 2020. Kristiono menceritakan, aplikasi ini dibangun guna menjawab kebutuhan masyarakat akan kemudahan mobilitas, khususnya di Sintang. Pusat kota Sintang yang semakin berkembang memang membutuhkan layanan transportasi yang mudah diakses oleh masyarakat. Kehadiran layanan berbasis aplikasi pun sudah menjadi sebuah kebutuhan masyarakat yang kian digital.

“Motto kami itu Solusi Melalui Aplikasi. Jadi tidak hanya untuk ojek penumpang saja,: ucapnya.

Dia menceritakan, pada awal diluncurkan, Oline hanya merekrut empat orang sebagai mitra, dalam hal ini adalah driver atau pengendara. Perjalanan di awal diakuinya terasa berat. Sebab, warga Sintang belum begitu akrab dengan layanan ojek online.

“Bahkan awalnya kami sendirilah yang mengorder lewat aplikasi ini. Agar driver kami tetap semangat bekerja,” tuturnya.

Pandemi Covid-19 datang akhir Maret 2020. Seiring pertumbuhan jumlah kasus, berbagai aturan pembatasan diberlakukan. Oline ikut terdampak. Layanan berbasis android ini mulai diminati masyarakat. Warga yang enggan keluar rumah banyak memanfaatkan aplikasi ini untuk membeli makanan ataupun mengirim barang.

Seiring berjalannya waktu, layanan Oline semakin dikenal. Jumlah driver kian bertumbuh. Pelaku usaha atau merchant yang bermitra dengan layanan ini juga bertambah banyak. Layanan semakin luas. Jumlah pengguna meningkat.

“Sekarang layanan kami tidak hanya di Sintang, tetapi juga sudah tersedia di Melawi,” ujar Pendiri Oline, Dede Aunurahman.

Dede mengatakan, aplikasi Oline telah diunduh di Playstore lebih dari 26 ribu pengguna. Saat ini ada 140 driver, baik itu kendaraan motor maupun mobil. Adapun jumlah pelaku usaha yang telah menjadi mitra ada lebih dari 700 merchant.

Dede menambahkan, layanan yang dihadirkan perusahaan ini masih perlu terus dikembangkan seiring kebutuhan masyarakat yang kian beragam. Tak hanya jasa ojek, ke depan berbagai layanan juga akan dihadirkan. Sesuai dengan mottonya : Solusi Melalui Aplikasi.

“Kami sedang mempersiapkan layanan rental motor,” ucapnya.

Pusat kota Sintang menurutnya kian berkembang sehingga membutuhkan jasa transportasi yang mudah diakses masyarakat. Apalagi Sintang kerap menjadi daerah kunjungan wisatawan dengan beragam tujuan. Berangkat dari hal itu, jasa sewa motor dinilai perlu untuk memudahkan para pendatang. ** Editor : Siti
#oline #ojek online #ojek online sintang