PONTIANAK POST – Setelah dikenal sebagai kelompok etnis Tionghoa yang memiliki semangat kerja keras dan pantang menyerah, masyarakat Hakka juga tercatat melahirkan banyak tokoh penting yang memberi pengaruh besar terhadap sejarah dunia. Mulai dari pelopor revolusi, pendiri negara, hingga kepala pemerintahan di berbagai belahan dunia, jejak keturunan Hakka dapat ditemukan dalam berbagai peristiwa penting selama lebih dari dua abad terakhir.
Dilansir dari kanal YouTube Hakka Spirit, karakter masyarakat Hakka yang terbentuk dari perjalanan hidup sebagai kelompok pendatang dipercaya melahirkan banyak sosok yang berani membawa perubahan dan pembaruan.
Berperan Penting dalam Revolusi Tiongkok
Baca Juga: Mengapa Orang Hakka Disebut Keluarga Tamu? Ini Asal Usul dan Kisah Perjalanannya hingga Mendunia
Dalam sejarah modern Tiongkok, masyarakat Hakka memiliki peran yang sangat besar.Salah satu tokoh paling terkenal adalah Hong Xiuquan, pemimpin Pemberontakan Taiping pada abad ke-19. Gerakan yang dipimpinnya menjadi salah satu pemberontakan terbesar dalam sejarah Tiongkok dan hampir menggulingkan Dinasti Qing.
Setelah itu muncul nama Dr. Sun Yat-sen, tokoh yang dikenal sebagai Bapak Pendiri Republik Tiongkok. Gagasannya tentang pembaruan politik dan pemerintahan menjadi fondasi lahirnya Republik Tiongkok pada awal abad ke-20.
Tokoh keturunan Hakka lainnya adalah Soong Ching-ling, istri Sun Yat-sen, yang kemudian menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT).
Baca Juga: Menyusuri Rumah Hakka Terbesar di Kalbar, Bangunan Unik yang Disebut Hanya Ada Dua di Asia Tenggara
Melahirkan Sejumlah Pemimpin Besar RRT
Kontribusi masyarakat Hakka tidak berhenti pada masa revolusi. Beberapa tokoh penting yang ikut membangun Republik Rakyat Tiongkok juga diketahui berasal dari keturunan Hakka, di antaranya Deng Xiaoping, Zhu De, Ye Jianying, dan Hu Yaobang.
Masing-masing memiliki peran besar dalam perjalanan politik, pemerintahan, maupun pembangunan Tiongkok modern.
Baca Juga: Rumah Hakka Kubu Raya Terinspirasi Warisan Dunia UNESCO, Arsiteknya Berkali-kali Belajar ke Tiongkok
Presiden Taiwan Didominasi Keturunan Hakka
Pengaruh masyarakat Hakka juga terlihat dalam dunia politik Taiwan.Menurut Hakka Spirit, sejak tahun 1988 seluruh presiden Taiwan berasal dari keturunan Hakka. Mereka adalah Lee Teng-hui, Chen Shui-bian, Ma Ying-jeou, dan Tsai Ing-wen.
Fakta tersebut menunjukkan besarnya kontribusi komunitas Hakka terhadap perkembangan demokrasi dan pemerintahan di Taiwan.
Berkiprah sebagai Pemimpin di Berbagai Negara
Baca Juga: Pj Gubernur Resmikan Rumah Hakka, Ikon Wisata Budaya dan Simbol Kesatuan
Diaspora Hakka yang tersebar ke berbagai penjuru dunia juga melahirkan banyak pemimpin nasional.
Di Singapura, terdapat nama Lee Kuan Yew, perdana menteri pertama yang dikenal sebagai arsitek pembangunan negara tersebut. Jejak kepemimpinannya kemudian diteruskan oleh putranya, Lee Hsien Loong, yang juga menjabat sebagai Perdana Menteri Singapura.
Di Thailand, ada Thaksin Shinawatra dan Yingluck Shinawatra yang sama-sama pernah menjadi perdana menteri.
Baca Juga: Ini Asal-Usul Nama Borneo dan Kalimantan yang Jarang Diketahui
Sementara itu, Myanmar memiliki tokoh Ne Win dan San Yu. Sedangkan sejumlah negara lain juga dipimpin oleh tokoh keturunan Hakka, seperti Arthur Chung di Guyana, Hendrick Chin A Sen di Suriname, Solomon Hochoy di Trinidad dan Tobago, Adrienne Clarkson di Kanada, serta Gaston Tong Sang di Polinesia Prancis.
Indonesia Juga Memiliki Tokoh Keturunan Hakka
Di Indonesia, salah satu tokoh yang dikenal berasal dari keturunan Hakka adalah Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yang pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Sementara di Kalbar ada Tjhai Chui Mie yang kini menjadi Wali Kota Singkawang. Sosok kepala daerah ini ikut memajukan pembangunan di Kalbar khususnya Kota Singkawang.
Keberadaan tokoh-tokoh tersebut menunjukkan masyarakat Hakka tidak hanya berperan dalam dunia usaha, tetapi juga memberikan kontribusi di bidang pemerintahan dan pelayanan publik.
Semangat Hakka yang Tetap Hidup
Baca Juga: Opu Daeng Manambon Jadi Raja Mempawah, Ternyata Berawal dari Konflik
Keberhasilan banyak tokoh Hakka di berbagai negara tidak lepas dari nilai-nilai yang diwariskan turun-temurun, seperti kerja keras, disiplin, keberanian menghadapi tantangan, dan kemampuan beradaptasi.
Di mana pun mereka tinggal, masyarakat Hakka dikenal berupaya memberikan kontribusi bagi negara tempat mereka dilahirkan maupun menetap. Nilai inilah yang membuat komunitas Hakka tidak hanya dikenang karena sejarah migrasinya, tetapi juga karena kiprah besar yang mereka tinggalkan dalam perjalanan sejarah dunia.
Editor : Silvina