PONTIANAK POST - Snake plant atau tanaman lidah mertua dikenal sebagai tanaman yang relatif mudah dirawat. Namun, tidak semua tanaman segera menghasilkan anakan atau pups.
Anakan merupakan tunas baru yang muncul dari bagian pangkal tanaman dewasa. Tunas tersebut kemudian dapat dipisahkan dan ditanam sebagai tanaman baru.
Balcony Garden Web menyebut terdapat sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kemampuan snake plant menghasilkan anakan.
Baca Juga: Anakan Lidah Mertua Mudah Busuk? Ini Cara Merawatnya dengan Benar
Kondisi media tanam, suhu, pola penyiraman, pemupukan, akar, cahaya, air kelapa, hingga ukuran pot menjadi beberapa faktor yang perlu diperhatikan.
1. Media Tanam Terlalu Menahan Air
Salah satu faktor yang dapat memengaruhi produksi anakan adalah kondisi media tanam.
Snake plant membutuhkan media dengan drainase baik. Campuran yang terlalu padat atau mudah menahan air dapat membuat akar berada dalam kondisi terlalu basah.
Direkomendasikan penggunaan campuran media yang lebih bertekstur dan memiliki drainase baik untuk membantu mencegah akar tergenang.
Baca Juga: 10 Jenis Snake Plant Spiral, Ada yang Melintir Alami Tanpa Dibentuk
Salah satu campuran yang disebut adalah kombinasi tanah khusus kaktus atau sukulen dengan pasir kasar dan perlit atau batu apung.
Campuran tersebut ditujukan untuk menyediakan drainase sekaligus aerasi bagi akar.
2. Tidak Ada Perubahan Suhu
Snake plant juga dapat merespons perubahan kondisi lingkungan.
Memberikan sedikit variasi suhu antara siang dan malam dapat menjadi salah satu cara untuk mendorong tanaman menghasilkan anakan.
Pada siang hari, tanaman ditempatkan di area yang sedikit lebih hangat, sedangkan pada malam hari dapat dipindahkan ke tempat yang lebih sejuk.
Baca Juga: 5 Teknik Membuat Snake Plant Tumbuh Spiral, Bisa Jadi Dekorasi Unik
Perubahan tersebut disebut dapat memberikan rangsangan lingkungan yang menyerupai kondisi alami tanaman dan memicu respons reproduktif.
3. Penyiraman Tidak Seimbang
Pola penyiraman juga menjadi faktor penting. Snake plant tidak membutuhkan penyiraman dengan jadwal yang ketat.
Media tanam justru perlu dibiarkan mengering sepenuhnya di antara waktu penyiraman.
Baca Juga: Snake Plant Tak Rimbun? 7 Cara Membuat Lebih Lebat dan Penuh Anakan
Pendekatan tersebut disebut sebagai balanced neglect, yakni tidak terlalu sering memberikan air tetapi tetap memastikan tanaman mendapatkan air ketika diperlukan.
Kondisi sedikit lebih kering dapat menjadi rangsangan bagi tanaman untuk mengalihkan energi menuju pembentukan anakan.
4. Pemupukan Tidak Terkontrol
Pemupukan juga dapat digunakan untuk mendukung produksi anakan, terutama ketika tanaman induk sudah mulai menghasilkan tunas.
Baca Juga: 9 Varietas Snake Plant yang Tetap Mungil, Cocok untuk Ruangan Minimalis
Balcony Garden Web menyarankan pupuk diberikan pada tanah di sekitar pangkal tanaman induk dan tidak langsung mengenai anakan.
Tujuannya adalah memberikan nutrisi kepada tanaman utama sehingga energi pertumbuhan dapat diarahkan untuk mendukung pembentukan anakan.
5. Akar Tidak Pernah Mendapat Gangguan
Kondisi akar juga disebut dapat berpengaruh terhadap produksi anakan.
Salah satu teknik yang dijelaskan adalah memangkas sebagian akar bagian luar secara hati-hati. Bagian pusat sistem akar tetap dipertahankan agar tanaman tidak mengalami gangguan berlebihan.
Baca Juga: Apakah Tanaman Snake Plant Kamu Kekurangan atau Kelebihan Air? Cek Ciri-cirinya
Teknik tersebut dimaksudkan untuk memberikan sedikit tekanan pada tanaman sehingga merangsang respons pertumbuhan dan pembentukan tunas baru.
Namun, tindakan ini perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak sistem akar utama.
6. Cahaya Terlalu Stabil
Perubahan pencahayaan juga disebut dapat menjadi salah satu rangsangan bagi snake plant.
Baca Juga: Snake Plant Bisa Berbunga Setahun Sekali, Ini 8 Cara untuk Memancing Bunganya
Tanaman dapat dipindahkan ke lokasi yang mendapatkan sedikit lebih banyak cahaya matahari tidak langsung dibandingkan kondisi sebelumnya.
Perubahan tersebut memberikan variasi lingkungan yang dapat mendorong tanaman menghasilkan pertumbuhan baru.
Cahaya tetap perlu diberikan secara terkontrol sehingga tanaman tidak terpapar kondisi yang terlalu ekstrem.
Baca Juga: 6 Cara Membuat Snake Plant Tumbuh Tegak dan Tidak Mudah Roboh
7. Tidak Memanfaatkan Air Kelapa
Air kelapa sebagai salah satu bahan alami yang dapat dicoba untuk mendukung pertumbuhan anakan.
Air kelapa mengandung sitokinin alami yang berpotensi merangsang pertumbuhan tunas.
Air kelapa dianjurkan untuk diencerkan dengan perbandingan satu bagian air kelapa dan dua bagian air, kemudian diberikan ke media tanam sekitar satu kali dalam sebulan selama musim pertumbuhan.
8. Pot Terlalu Besar
Ukuran pot juga dapat memengaruhi produksi anakan.
Baca Juga: 5 Cara Membuat Corak Daun Snake Plant Lebih Cerah dan Tegas
Snake plant disebut justru dapat menghasilkan lebih banyak anakan ketika berada dalam kondisi sedikit terikat akar atau slightly root-bound.
Karena itu, tanaman tidak perlu langsung dipindahkan ke pot yang jauh lebih besar. Wadah yang cukup rapat dapat mendorong tanaman mengalihkan energi dari pertumbuhan akar menuju pembentukan anakan.
Namun, kondisi tersebut tetap harus berada dalam batas wajar. Pot tidak boleh terlalu sempit hingga menghambat pertumbuhan tanaman.
Baca Juga: Snake Plant Punya Daun Tajam sehingga Disebut Juga Lidah Mertua, Ini Penjelasannya
Usia Tanaman Juga Berpengaruh
Selain delapan faktor tersebut, usia tanaman menjadi salah satu aspek penting dalam produksi anakan.
Snake plant yang sudah matang cenderung lebih mungkin menghasilkan pups dibandingkan tanaman yang masih muda.
Tanaman dewasa memiliki sistem akar yang lebih berkembang sehingga mampu menyerap nutrisi dengan lebih baik.
Baca Juga: 8 Trik agar Snake Plant Tumbuh Lebih Cepat dan Banyak Anakan
Seiring bertambahnya usia, energi tanaman juga secara alami dapat bergeser dari pertumbuhan ukuran menuju reproduksi.
Karena itu, snake plant muda yang belum menghasilkan anakan tidak selalu menunjukkan adanya masalah dalam perawatannya.
Jangan Terburu-buru Memisahkan Anakan
Anakan snake plant pada dasarnya merupakan tunas baru yang muncul dari pangkal tanaman induk. Setelah berkembang, anakan dapat dipisahkan dan ditanam sebagai individu baru.
Namun, kemampuan menghasilkan anakan sangat dipengaruhi kondisi tanaman induk dan lingkungan tempat tumbuhnya.
Baca Juga: Daun Snake Plant Berubah Cokelat? Ini 7 Penyebab dan Solusinya
Karena itu, jika snake plant belum menghasilkan pups, perhatian dapat diarahkan pada kondisi media tanam, pola penyiraman, pencahayaan, suhu, pemupukan, sistem akar, serta ukuran pot sebelum melakukan tindakan lebih jauh. (*)
Editor : Chairunnisya