Peran Luar Biasa Pekope Saat Perang, dari Obati Korban hingga Urus Pemakaman

Silvina • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 15:00 WIB
Ilustrasi aktivitas relawan Pekope membantu masyarakat dalam berbagai kebutuhan kemanusiaan pada masa perang.
Ilustrasi aktivitas relawan Pekope membantu masyarakat dalam berbagai kebutuhan kemanusiaan pada masa perang.

 

PONTIANAK POST – Penolong Korban Perang atau Pekope memiliki peran yang cukup luas dalam membantu masyarakat pada masa perang. Organisasi sukarelawan tersebut tidak hanya memberikan pertolongan pertama kepada korban, tetapi juga menangani berbagai kebutuhan masyarakat terdampak perang.

Pekope berkembang ketika gagasan membentuk organisasi palang merah khusus untuk masyarakat Indonesia belum mendapat izin dari penguasa kolonial.

Mengajarkan Pertolongan Pertama

Baca Juga: Sejarah PMI Bermula dari Pekope yang Membantu Korban Perang di Indonesia

Menurut Historia.ID, salah satu kegiatan Pekope adalah memberikan pelajaran Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) kepada masyarakat.

Dokter Satrio yang terlibat dalam Pekope menyebut kegiatan tersebut dilakukan di kampung-kampung. Tujuannya mempersiapkan masyarakat menghadapi kondisi perang dengan kemampuan saling menolong.

Pekope kemudian berkembang di berbagai daerah. Organisasi tersebut berbasis perorangan atau kelompok sukarelawan dan berfokus pada pekerjaan kemanusiaan dalam situasi perang.

Baca Juga: Sebelum Bernama Pramuka, Indonesia Punya Sejarah Padvinders yang Menarik

Tugas Pekope Semakin Luas

Kegiatan Pekope tidak berhenti pada pertolongan pertama. Koran Pemandangan edisi 17 Januari 1942 mencatat sejumlah bidang yang ditangani organisasi tersebut.

Pekope memiliki bagian perawatan anak dan perempuan serta melakukan registrasi penduduk. Organisasi ini juga membantu penguburan secara Islam dan pengadaan makanan.

Baca Juga: Dari Ratusan Organisasi Kepanduan hingga Kepres 1961, Begini Sejarah Pramuka Indonesia

Selain itu, Pekope turut menjalankan kegiatan pemadam kebakaran. Organisasi tersebut bahkan membantu mencarikan pekerjaan bagi korban perang.

Peran tersebut membuat Pekope lebih dikenal masyarakat. Organisasi ini didirikan di berbagai daerah, termasuk wilayah pelosok, menjelang kedatangan Jepang.

Tidak Diakui Pemerintah Kolonial

Baca Juga: Bukan Sekadar Raja, Ini Peran Besar Sultan Hamengkubuwana IX dalam Sejarah Pramuka

Meski menjalankan berbagai kegiatan kemanusiaan, Pekope bukan organisasi resmi pemerintah kolonial.

Pekope tidak mendapatkan dukungan pendanaan pemerintah pada awalnya. Pemerintah kemudian memberikan bantuan keuangan setelah melihat manfaat Pekope dalam situasi darurat dan setelah Mohammad Yamin menuntut adanya bantuan bagi organisasi tersebut.

Ketika Jepang menduduki Indonesia, NERKAI dibubarkan. Pekope tetap menjalankan kegiatan membantu masyarakat sipil dan bahkan semakin dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak dokter untuk melatih kaum muda dalam pertolongan pertama.

Editor : Silvina
Pekope korban perang sejarah kemanusiaan PMI p3k