SAMBAS - Kampus Politeknik Negeri Sambas melepas mahasiswa dan mahasiswinya untuk melaksanakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) 2024, Selasa (13/2) di Ruang Audio Visual Gedung Kuliah Terpadu 2 Poltesa.
Wakil Direktur I Poltesa, Budi Setiawan menyebutkan sebanyak 73 Mahasiswa Politeknik Negeri Sambas Lolos Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Rinciannya, 36 Mahasiswa Lolos Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB), 17 Mahasiswa Lolos Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) dan 20 Mahasiswa Lolos Program Kampus Mengajar.
“Tahun ini, merupakan mahasiswa yang lolos terbanyak, kemudian saat pendaftaran yang diikuti 173 mahasiswa juga terbanyak, sehingga tahun ini Poltesa dinobatkan menjadi terbaik se Kalimantan untuk program ini, bahkan salah satu dosen Poltesa akan menjadi narasumber dalam sosialisasi MSIB yang dilaksanakan Kementerian,” kata Budi, Selasa (13/2).
Sejumlah kantor, kampus maupun perusahaan akan menjadi tempat magang, termasuk untuk Program Kampus Mengajar nantinya akan disebar di 5 SMK, yakni di SMK Negeri 1 sejangkung, SMK N 2 Teluk keramat, SMK Negeri 1 Jawai, SMK Torsina serta SMK N 1 Semparuk dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar.
“Keberangkatannya secara bertahap, ada yang sudah dan nanti hingga pertengahan Februari 2024 secara keseluruhan sudah diberangkatkan,” katanya.
Direktur Poltesa, Yuliansyah menyampaikan rasa bahagia dengan lolosnya mahasiswa yang melaksanakan kegiatan MBKM. Ini menunjukkan antusias, mulai dari dosen, prodi, jurusan dan mahasiswa yang proaktif.
“Capaian ini akan menjadi indikator baik, yang nantinya menjadi poin penting untuk eksistensi Poltesa di kancah nasional maupun internasional. Mahasiswa yang lolos juga akan mendongkrak elektabilitas kampus, dimana seluruh civitas di Poltesa proaktif, karena harus meluangkan waktu, pikiran dan tenaga, untuk mengikuti program ini.
Terlebih menjadi terbaik di Kalimantan, jadi tak ada lagi sekat geografis, meski di daerah perbatasan, Poltesa mampu mengambil peran untuk terus go nasional dan go international,” katanya.
Keberhasilan ini, juga bagian dari Poltesa yang merupakan kampus di daerah perbatasan. Berkompetisi, karena banyak Perguruan Tinggi (PT) baik negeri maupun swasta juga ingin mendapatkan program seperti ini.
“Didalam MBKM ada kompetisi, sehingga inilah capaian baik, kedepannya semua prodi untuk mengajak mahasiswa ikuti skema-skema yang ada, dan mudah-mudahan secara sebaran prodi di Poltesa bisa terwakili di kesempatan berikutnya,” katanya.
Pengalaman kalian nanti setelah ikuti program ini, harus bisa menjadi teladan bagi mahasiswa lain terutama adik angkatan di Poltesa. “Semangat merdeka belajar dalam program ini, sebagai salah satu transformasi efektif dalam konteks kapasitas kependidikan keilmuan mahasiswa, adalah iklim usaha dan industri, jika mahasiswa magang di tempat industri akan menerima secara langsung keilmuan yang belum didapat di kampus,” katanya.
Direktur berpesan selama menjalankan program, seluruh mahasiswa harus benar benar menjaga nama baik almamater, “Saya memberi warning, kepada semua mahasiswa yang ikuti program ini, adalah duta Poltesa, jadi jangan sampai menimbulkan permasalahan. Karena ini yang dibawa adalah nama kampus, nama orang tua termasuk daerah,” katanya.
Monalisa, Mahasiswa Prodi Manajemen Bisnis Pariwisata Poltesa yang lolos mengikuti program kampus merdeka di MSIB, merasa bahagia. Bahkan dirinya kedepannya, berharap bisa ikuti program seperti ini lagi.
“Alhamdulillah dalam program MSIB tahun ini, saya lolos dan akan ikuti magang di Hotel Mercure Tangerang Center, rencananya berangkat 26 Februari dan akan berakhir hingga Maret 2024, saya terpilih pada 26 Februari bersama teman lain yang diantaranya berangkat ke Bali, senang sekali, inilah harapan saya untuk keluar provinsi, saya bersyukur magang ke luar provinsi, Alhamdulillah ini berkat doa orang tua, keluarga, dukungan kampus dan dukungan teman-teman di kampus,” katanya.(fah)
Editor : A'an