Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemkab Sambas Maksimalkan Program Satu Desa Satu Hektare Jagung untuk Ketahanan Pangan 2026

Fahrozi PP • Selasa, 10 Maret 2026 | 14:03 WIB

 

TANAM JAGUNG: Wakil Bupati, Kapolres Sambas dan sejumlah pihak lakukan penanaman jagung serentak secara nasional kuartal I 2026.
TANAM JAGUNG: Wakil Bupati, Kapolres Sambas dan sejumlah pihak lakukan penanaman jagung serentak secara nasional kuartal I 2026.

PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Sambas akan terus mendukung program ketahanan pangan komoditas jagung yang dimotori Polres Sambas. Di 2026, program satu desa satu hektare jagung akan dimaksimalkan, bahkan jika berpotensi desa didorong menambah luasan lahan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sambas Heroaldi Djuhardi Alwi saat menghadiri penanaman jagung serentak nasional kuartal 1 2026 di hamparan lahan di RT 21 Dusun Simpang, Desa Kartiasa, Kecamatan Sambas, Sabtu (8/3) siang.

Penjabat Kepala Desa Kartiasa Ferie Sukma Wijaya menyampaikan rasa bangga, di lahan yang ada di desanya menjadi tempat pelaksanaan program ketahanan pangan yang dilaksanakan secara serentak nasional.

“Kami sebagai bagian dari masyarakat Desa Kartiasa khususnya, mengapresiasi yang sudah memilih lahan di sini. Mudah-mudahan apa yang ditanam saat ini, nantinya berhasil dan memberikan manfaat yang baik bagi semua pihak terutama masyarakat,” kata Ferie yang merupakan Sekretaris Camat Sambas ini.

Wakil Bupati Sambas Heroaldi menyebutkan hadirnya sejumlah pihak dalam kegiatan penanaman serentak ini, menjadi bukti program ketahanan pangan di Kabupaten Sambas dilakukan melalui sinergi yang baik.

Pemkab Sambas, sebutnya, melalui desa yang ada, di tahun ini akan memaksimalkan program satu desa satu hektare jagung. Bahkan, jika memang desa berpotensi untuk perluasan lahan bisa saja dilakukan.

“Pemkab Sambas akan terus mendorong dan memaksimalkan program satu desa satu hektare lahan jagung, bahkan ada informasi beberapa desa bisa lebih dari satu hektare bahkan dengar-dengar ada yang bisa lima hektare,” katanya.

Menurutnya, jika itu bisa dimaksimalkan nantinya. Akan menambah produksi jagung saat panen. “Melalui semangat bersama, bagaimana jagung nantinya bisa seperti padi. Dimana Sambas sudah surplus padi, itu juga yang diharapkan untuk jagung kedepannya,” katanya.

Meski demikian, perluasan jagung tak mengganggu lahan padi yang ada. “Seperti yang sudah ditegaskan Pak Kapolres Sambas, jika perluasan jagung jangan sampai mengganggu lahan tanaman padi yang sudah ada,” katanya.

Kapolres Sambas AKBP Wahyu Jati Wibowo menyatakan masalah ketahanan pangan adalah tanggungjawab bersama. Inilah yang dilakukan di Kabupaten Sambas, sehingga program ketahanan pangan selalu melibatkan semua unsur terkait termasuk dari masyarakat.

“Untuk komoditas jagung, Polri memiliki peran mendorong semua pihak. Bukan hanya gugus tugas tapi juga dukungan dari pemkab, termasuk melalui program satu desa satu hektare,” katanya.

Dalam rangka program ketahanan pangan komoditas jagung, di 2026 hingga Maret, Polres Sambas bersama pemerintah dan pihak lainnya, sudah melaksanakan penyiapan lahan dan penanaman di 80 hektare atau sudah 19 persen dari lahan yang ditargetkan yakni 419 ha.

Anggota DPRD Sambas Paizal menyampaikan dukungannya, lantaran ini menjadi program kedaulatan pangan. "Kami di DPRD mendukung program ketahanan pangan," katanya. (fah)

Editor : Hanif
#pemkab sambas #satu desa satu hektare jagung #ketahanan pangan #Heroaldi