Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Bantah Tuduhan Kecurangan, SMAN 1 Sambas Soroti Caci-Maki di Media Sosial Usai Menang LCC Empat Pilar Kalimantan Barat

Aristono Edi Kiswantoro • Jumat, 15 Mei 2026 | 23:00 WIB
lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Kalimantan Barat. (YOUTUBE/MPR RI)
Para juri lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Kalimantan Barat. (YOUTUBE/MPR RI)

 

PONTIANAK POST – Polemik final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tidak hanya memicu perdebatan soal penilaian lomba. SMAN 1 Sambas mengaku para siswa, guru, hingga alumni ikut menjadi sasaran caci-maki dan tuduhan di media sosial setelah kasus tersebut viral secara nasional.

Melalui pernyataan sikap resmi yang ditandatangani Kepala SMAN 1 Sambas, Syafaruddin, Jumat (15/5), sekolah menyebut berbagai opini dan narasi liar di media sosial telah menimbulkan tekanan psikologis terhadap siswa dan lingkungan sekolah.

“Mengecam munculnya berbagai bentuk opini, narasi, tuduhan maupun tindakan di media sosial yang menyerang sekolah, dewan guru beserta staf TU, murid dan bahkan sampai ke alumni,” tulis pihak sekolah, dikutip Pontianak Post dari akun Instagram resmi sekolah tersebut.

SMAN 1 Sambas menilai serangan tersebut tidak hanya memperkeruh suasana, tetapi juga mencemarkan nama baik sekolah.

“Tindakan ini telah mencemarkan nama baik SMAN 1 Sambas, menimbulkan tekanan psikologis kepada pihak yang terdampak serta memperkeruh suasana,” lanjut pernyataan tersebut.

Bantah Tuduhan Kecurangan

Dalam pernyataannya, SMAN 1 Sambas juga membantah keras berbagai tuduhan yang berkembang di media sosial, mulai dari dugaan kecurangan, penyuapan, nepotisme, hingga pengaturan kemenangan.

Sekolah menegaskan tim LCC mereka telah mengikuti kompetisi sesuai tata tertib yang ditetapkan panitia dan disepakati seluruh peserta lomba.

“Membantah keras tuduhan kecurangan, penyuapan, tindak nepotisme, dan prasangka setting kemenangan yang dituduhkan kepada SMAN 1 Sambas,” tulis pihak sekolah.

Polemik LCC Empat Pilar sebelumnya mencuat setelah video protes siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra Roxa Potifera atau Ocha, terhadap keputusan juri viral di media sosial dan memicu perhatian publik nasional.

Tolak Final Ulang

Di tengah polemik yang terus berkembang, SMAN 1 Sambas juga menyatakan menolak pertandingan final ulang tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Sekolah mengaku tetap menghormati setiap keputusan resmi penyelenggara. Namun mereka meminta seluruh pihak menjaga suasana pendidikan tetap sehat dan bermartabat.

“Kami berharap seluruh pihak dapat menahan diri, menghormati proses yang sedang berlangsung, dan mengedepankan penyelesaian yang bijaksana, objektif serta berkeadilan,” tulis pihak sekolah. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#lcc empat pilar #final ulang LCC #polemik LCC Kalbar #caci maki media sosial #SMAN 1 Sambas