PONTIANAK POST - Ketahanan pangan di perbatasan Indonesia-Malaysia tengah digenjot. Terbaru, Kepolisian Resor Sanggau menyiapkan satu hektar lahan untuk penanaman jagung hibrida. Saat melakukan pengecekan lahan, Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Sanggau, AKP PSC.
Kusuma Wibawa mengatakan pengecekan tersebut bertujuan memastikan kesiapan lahan secara teknis maupun administratif untuk mendukung pelaksanaan penanaman jagung hibrida yang dijadwalkan akan dilakukan secara serentak pada 25 Mei 2025 mendatang.
"Langkah ini merupakan bagian dari strategi Polri dalam mendorong ketahanan pangan nasional di wilayah perbatasan," katanya, Rabu (21/5).
"Polres Sanggau bersama jajaran siap menyukseskan program penanaman jagung serentak ini, sebagai kontribusi kami dalam menjaga ketersediaan pangan di wilayah perbatasan," sambungnya.
Dikatakannya, lahan seluas satu hektar yang berada di wilayah hukum Polsek Entikong dinilai telah memenuhi kriteria teknis dan siap untuk ditanami.
Program ini, lanjut dia, menjadi bagian dari upaya Polres Sanggau dalam membangun sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat melalui kegiatan produktif di bidang pertanian.
Menurutnya, penanaman jagung hibrida dipilih karena dinilai cocok dengan kondisi geografis dan iklim di wilayah Entikong. Selain itu, jagung merupakan komoditas strategis yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan dapat membantu menggerakkan perekonomian lokal.
"Polres Sanggau berharap program ketahanan pangan yang diusung melalui penanaman jagung hibrida di wilayah perbatasan dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dalam jangka panjang," harapnya. (sgg)
Editor : Hanif