PONTIANAK POST – Personel Polsek Toba melakukan verifikasi lapangan terhadap dua titik panas (hotspot) yang terpantau melalui aplikasi Lancang Kuning dan situs Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di wilayah Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi dini terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pengecekan yang berlangsung mulai pukul 15.00 WIB hingga 17.30 WIB tersebut menyasar dua lokasi di Desa Bagan Asam yang memiliki kategori tingkat kepercayaan medium. Titik pertama berada di Dusun Kemantan dengan luas lahan sekitar 0,7 hektare (koordinat 0.38299, 110.09218), sementara titik kedua di Dusun Modang seluas 1 hektare (koordinat 0.37669, 110.09802).
Berdasarkan hasil pengecekan langsung oleh Bhabinkamtibmas Polsek Toba, Bripka Gusti Harbani Amri dan Brigadir Oliver Situmorang, diketahui bahwa titik panas tersebut berasal dari aktivitas pertanian warga. Lahan tersebut tengah disiapkan untuk menanam padi.
Kapolsek Toba, Iptu Arnold Rocky Montolalu, menjelaskan bahwa aktivitas pembakaran lahan dilakukan secara terbatas dan gotong royong oleh pemilik lahan. Petugas di lapangan memastikan tidak ditemukan indikasi api yang meluas atau membahayakan lingkungan sekitar.
"Kami memastikan setiap hotspot yang terpantau benar-benar dicek langsung di lapangan. Tujuannya agar tidak terjadi pembakaran yang tidak terkendali serta memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tetap mengedepankan keselamatan lingkungan," ujar Iptu Arnold Rocky, Kamis (22/1).
Selain melakukan pendataan pemilik lahan, personel kepolisian juga berkoordinasi dengan perangkat desa setempat. Koordinasi ini bertujuan memastikan kegiatan pembukaan lahan tidak menimbulkan kebakaran lanjutan, terutama mengingat kondisi cuaca yang mulai kering.
Iptu Arnold Rocky mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar secara sembarangan. Ia meminta warga selalu berkoordinasi dengan aparat desa maupun kepolisian jika melakukan aktivitas pertanian yang berpotensi menimbulkan titik panas.
"Melalui langkah cepat dan sinergi bersama masyarakat, kami berharap potensi karhutla di wilayah Kecamatan Toba dapat dicegah sejak dini sehingga aktivitas warga tetap berjalan aman," pungkasnya. (*)
Editor : Hanif