Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Demam Mirip Chikungunya Diduga Mulai Merebak di Sanggau, Sejumlah Anak Terserang

Agung Rajali Saputra • Senin, 18 Mei 2026 | 12:15 WIB
Ilustrasi nyamuk (JAWAPOS)
Ilustrasi nyamuk (JAWAPOS)

PONTIANAK POST – Warga Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau mulai diresahkan dengan munculnya kasus demam tinggi disertai nyeri sendi yang diduga mengarah pada penyakit chikungunya. Sejumlah anak dilaporkan mengalami gejala serupa dalam beberapa hari terakhir.

Chikungunya merupakan penyakit akibat infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit ini ditandai dengan demam tinggi mendadak, nyeri pada persendian dan tulang, sakit kepala, hingga tubuh terasa lemas. Di masyarakat, kondisi tersebut sering dikenal sebagai “flu tulang”.

Salah satu kasus dialami Najwa Kartika, seorang pelajar kelas 5 di Kecamatan Kapuas. Najwa mengalami demam tinggi disertai nyeri pada tulang dan persendian hingga harus menjalani pemeriksaan medis di Puskesmas Tanjung Kapuas, Senin (18/5).

Baca Juga: Pengerjaan Jalan Penghubung Desa Semayang-Tanak di Sanggau Capai 80 Persen Melalui Program TMMD Ke-128 Kodim 1204

Orang tua Najwa, Ariya, mengungkapkan gejala mulai dirasakan anaknya sejak Minggu (17/5). Kondisi demam yang tak kunjung turun membuat pihak keluarga memutuskan membawa Najwa untuk mendapat penanganan medis.

“Anak saya demam tinggi sejak kemarin, disertai nyeri di persendian sampai susah beraktivitas. Karena belum membaik, hari ini kami bawa ke Puskesmas Tanjung Kapuas untuk diperiksa,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan awal tenaga kesehatan, kata Ariya, dugaan sementara mengarah pada gejala chikungunya. Meski demikian, warga berharap adanya kepastian serta langkah cepat dari instansi terkait guna mencegah penyebaran lebih luas.

Ariya meminta pemerintah daerah bersama petugas kesehatan segera mengambil tindakan preventif, seperti fogging atau penyemprotan di lingkungan rawan nyamuk serta edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Baca Juga: Tabrakan Dua Motor di Sekayam Sanggau, Dua Orang Luka-Luka

“Kalau memang mulai merebak, kami berharap ada langkah cepat supaya tidak semakin banyak anak-anak yang sakit,” harapnya.

Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak dinas kesehatan terkait dugaan merebaknya kasus chikungunya di wilayah tersebut. (agg)

Editor : Miftahul Khair
#chikungunya #gejala demam #sanggau