PONTIANAK POST - Panggung Liga Champions berubah menjadi medan tempur internal bagi Real Madrid.
Raksasa Spanyol tersebut tidak hanya harus meratapi nasib tersingkir dari kompetisi paling bergengsi di Eropa, tetapi juga diwarnai insiden memalukan yang melibatkan dua bintang masa depan mereka, Jude Bellingham dan Vinicius Junior.
Dalam laga panas di Allianz Arena pada Rabu malam, emosi para pemain Los Blancos benar-benar tak terkendali.
Puncak ketegangan terjadi pada menit ke-83 saat skor agregat imbang 4-4.
Vinicius Junior yang tengah menggiring bola kehilangan momentum setelah ditutup rapat oleh Dayot Upamecano.
Bellingham yang berada dalam posisi bebas di kotak penalti tampak berang karena tidak diberi umpan, dan langsung melontarkan kritik keras di lapangan.
Tak terima ditegur, Vinicius tertangkap kamera membalas rekan setimnya itu dengan kalimat pedas.
Baca Juga: Semifinal Liga Champions: PSG Lawan Muenchen, Atletico Bentrok Arsenal
"Apa maumu? Apa maumu? Diam dan tutup mulutmu!" terangnya ketus sebagaimana dilansir dari Daily Mail.
Kondisi semakin runyam bagi Madrid setelah Eduardo Camavinga diusir wasit Slavko Vincic pada menit ke-86 akibat sengaja menahan bola saat lawan hendak melakukan tendangan bebas.
Defisit pemain ini langsung dimanfaatkan Luis Diaz dan Michael Olise untuk mengunci kemenangan Bayern Munich.
Pasca-laga, kericuhan berlanjut hingga Arda Guler menerima kartu merah karena memprotes wasit terlalu keras.
Jude Bellingham sendiri tampak sangat terpukul dan menyebut keputusan wasit mengusir Camavinga sebagai sebuah lelucon.
"Ini benar-benar lelucon," ujar pemain asal Inggris tersebut singkat di area mixed zone.
Baca Juga: Harry Kane Pecahkan Rekor Liga Champions Saat Bayern Singkirkan Madrid, Drama 7 Gol Bikin Deg-degan
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya dan menuding wasit telah merusak pertandingan.
"Wasit bahkan tidak sadar Camavinga sudah punya kartu kuning. Dia menghancurkan laga yang sangat seimbang ini," tegas Arbeloa.
Mantan bek Madrid itu juga menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas kekalahan ini, termasuk jika manajemen klub memutuskan untuk memecatnya. (*)
Editor : Budi Miank