PONTIANAK POST - Tim nasional Swiss memasuki Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan ambisi menembus perempat final untuk pertama kalinya dalam era modern.
Dipimpin kapten Granit Xhaka dan pelatih Murat Yakin, Swiss datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah melewati kualifikasi tanpa menelan satu pun kekalahan.
Performa impresif selama kualifikasi menjadi modal utama tim berjuluk Nati tersebut.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Amerika Serikat Tak Mau Cuma Jadi Tuan Rumah, Pochettino Punya Misi Berat
Selain tidak terkalahkan, Swiss hanya kebobolan dua gol sepanjang perjalanan menuju putaran final, menunjukkan kekuatan organisasi permainan dan disiplin pertahanan yang menjadi ciri khas mereka.
Mereka berhasil menjadi juara grup kualifikasi Eropa di atas Sweden, Slovenia, dan Kosovo tanpa sekalipun menelan kekalahan.
Meski demikian, sejarah belum sepenuhnya berpihak kepada Swiss.
Sejak menjadi tuan rumah Piala Dunia 1954 dan mencapai perempat final, mereka belum pernah lagi melangkah sejauh itu.
Bahkan, Swiss belum memenangkan pertandingan fase gugur Piala Dunia sejak era 1930-an.
"Kami memiliki mimpi untuk melangkah lebih jauh. Perasaan bahwa kami sebenarnya bisa mencapai final Euro terakhir memberi kami alasan untuk terus bermimpi," kata Yakin seperti dikutip dari BBC Sport.
Optimisme Swiss tidak lepas dari peran Xhaka yang masih menjadi motor permainan meski telah berusia 33 tahun.
Gelandang berpengalaman itu baru saja menjalani musim impresif bersama klubnya dan tetap menjadi sosok sentral di tim nasional.
Di lini depan, Swiss mengandalkan Breel Embolo yang tampil tajam sepanjang kualifikasi.
Embolo menjadi pencetak gol terbanyak Swiss dan menjadi salah satu dari sedikit pemain yang mampu mencetak lebih dari satu gol di dua turnamen besar berbeda, yakni Piala Dunia 2022 dan Euro 2024.
Namun Swiss tetap memiliki pekerjaan rumah di sektor pertahanan.
Kekalahan 3-4 dari Germany dalam laga uji coba Maret lalu memperlihatkan masih adanya celah ketika menghadapi tim-tim elite dunia.
Pada pertandingan itu, Jerman melepaskan 16 tembakan dengan 11 di antaranya mengarah ke gawang.
"Jika Anda percaya pada sesuatu dan bekerja keras, Anda bisa mendapatkannya," ujar Xhaka.(*)
Editor : Budi Miank