PONTIANAK POST - Persaingan memperebutkan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 memasuki fase paling sengit dengan Lionel Messi, Kylian Mbappe, Erling Haaland, dan Harry Kane sama-sama berpeluang mengakhiri turnamen sebagai pencetak gol terbanyak.
Menjelang babak perempat final, Messi memimpin daftar top skor dengan delapan gol, diikuti Mbappe dan Haaland yang masing-masing mengoleksi tujuh gol, sedangkan Kane membuntuti dengan enam gol.
Statistik tersebut menjadikan edisi 2026 sebagai salah satu perburuan Sepatu Emas paling ketat dalam sejarah Piala Dunia karena empat penyerang elite masih aktif bersaing pada fase gugur.
Messi Unggul, Mbappe dan Haaland Terus Menekan
Dilansir dari BBC Sport, Lionel Messi tampil paling produktif dengan delapan gol dari 410 menit bermain serta satu assist, menjadikannya pemain terbaru yang masuk daftar pesepak bola yang mampu mencetak sedikitnya delapan gol dalam satu edisi Piala Dunia.
Kapten Argentina itu juga melampaui nilai expected goals (xG) sebesar 5,02 dengan torehan delapan gol, menunjukkan efektivitas penyelesaian akhirnya.
Kylian Mbappe berada tepat di belakang Messi dengan tujuh gol dan dua assist dari 441 menit bermain.
Kapten Prancis itu telah melepaskan 26 tembakan dengan akurasi tinggi dan masih berpeluang menjadi pemain pertama yang mampu mencetak sedikitnya delapan gol dalam dua edisi Piala Dunia berbeda.
Sementara itu, Erling Haaland menjalani debut Piala Dunia yang luar biasa bersama Norwegia.
Baca Juga: Mbappe vs Hakimi, Duel Sahabat Warnai Perempat Final Piala Dunia 2026 Prancis Kontra Maroko
Striker Manchester City tersebut sudah mengoleksi tujuh gol hanya dalam 360 menit bermain dengan rasio konversi tembakan mencapai 38,9 persen, tertinggi di antara empat kandidat utama.
Harry Kane Tak Boleh Diabaikan
Kapten Inggris Harry Kane masih menjaga peluang mempertahankan reputasinya sebagai predator di turnamen besar.
Peraih Sepatu Emas Piala Dunia 2018 itu telah mencetak enam gol disertai satu assist dan memiliki tingkat konversi peluang besar mencapai 57,1 persen, tertinggi dibanding para pesaingnya.
Kemampuan Kane menciptakan assist juga bisa menjadi keuntungan apabila jumlah gol para kandidat berakhir sama hingga laga final.
Berpotensi Jadi Perburuan Bersejarah
Sepanjang sejarah Piala Dunia, hanya segelintir pemain yang mampu mencetak delapan gol atau lebih dalam satu edisi turnamen.
Kini, Messi sudah mencapai angka tersebut, sementara Mbappe, Haaland, dan Kane berpeluang menyusul dalam beberapa pertandingan tersisa.
Selain jumlah gol, penentuan Sepatu Emas juga mempertimbangkan jumlah assist dan total menit bermain apabila terdapat pemain yang mengakhiri turnamen dengan koleksi gol yang sama.
Dengan semifinal dan final masih tersisa, persaingan empat penyerang terbaik dunia itu diperkirakan menjadi salah satu cerita terbesar menuju penentuan juara Piala Dunia 2026 pada 19 Juli mendatang. (*)
Editor : Efprizan