Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Bukan Sekadar Perebutan Posisi Ketiga: Deschamps Tutup Kiprah Bersama Les Bleus, Inggris Ingin Akhiri Kutukan Laga Hiburan

Miftahul Khair • Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:25 WIB
Duel perebutan peringkat ketiga Pransic melawan Inggris Minggu dini hari nanti.
Duel perebutan peringkat ketiga Pransic melawan Inggris Minggu dini hari nanti.

PONTIANAK POST - Perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Inggris di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Minggu (19/7) dini hari WIB, mungkin tak lagi menentukan siapa yang menjadi juara. Namun, bagi Les Bleus, pertandingan ini memiliki arti jauh lebih besar. Laga tersebut akan menjadi penutup perjalanan Didier Deschamps sebagai pelatih tim nasional Prancis setelah 14 tahun membangun salah satu era tersukses dalam sejarah sepak bola negeri itu.

Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) telah memastikan Deschamps mengakhiri masa jabatannya usai Piala Dunia 2026. Pelatih berusia 57 tahun itu disebut-sebut akan digantikan legenda Prancis, Zinedine Zidane.

Selama menangani Les Bleus sejak 2012, Deschamps mencatatkan 122 kemenangan, 32 hasil imbang, dan 32 kekalahan dari 186 pertandingan. Ia mempersembahkan gelar Piala Dunia 2018, membawa Prancis menjadi finalis pada 2022, dan kembali mengantar tim menembus semifinal pada edisi 2026.

Baca Juga: David Sanchez Jagokan Spanyol Juara Piala Dunia 2026, tapi Ingatkan Bahaya Lionel Messi dan Argentina

Meski gagal mencapai final, Deschamps menegaskan anak asuhnya tetap harus menutup turnamen dengan profesionalisme. "Tentu saja kami kecewa karena gagal melangkah ke final. Laga ini tidak akan mengubah hidup para pemain, tetapi kami tetap harus menyelesaikan tanggung jawab ini," ujarnya seperti dikutip RMC Sport.

Selain menjadi perpisahan Deschamps, laga tersebut juga diperkirakan menjadi penampilan terakhir beberapa pemain senior Prancis. Gelandang bertahan N'Golo Kante berpeluang menjalani laga ke-70 bersama Les Bleus jika diturunkan sejak awal. Bek serbabisa Lucas Hernandez juga disebut akan tampil sebagai starter.

Menurut L'Equipe, keduanya diproyeksikan mengakhiri perjalanan bersama tim nasional setelah Piala Dunia ini. Legenda Prancis Thierry Henry menilai Deschamps seharusnya memberi kesempatan lebih banyak kepada Kante sepanjang turnamen. "Dia lebih cocok untuk pertandingan dengan intensitas tinggi," ujar Henry.

Di kubu Inggris, pertandingan ini juga menjadi kesempatan menutup turnamen dengan hasil positif setelah gagal melangkah ke final akibat kalah 1-2 dari Argentina.

Baca Juga: Jelang Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina: Laporte Kritik Gaya Bermain Keras La Albiceleste

Meski demikian, nasib pelatih Thomas Tuchel jauh berbeda dengan Deschamps. Pelatih asal Jerman itu masih terikat kontrak hingga Euro 2028 dan diyakini tetap mendapat kepercayaan Federasi Sepak Bola Inggris (FA).

Menurut The Athletic, FA hanya dapat mengakhiri kontrak Tuchel apabila Inggris gagal mencapai perempat final Piala Dunia 2026. Jika pemutusan kerja sama dilakukan di luar klausul tersebut, FA harus membayar kompensasi hingga dua kali lipat dari gaji tahunan Tuchel yang mencapai 5 juta poundsterling.

"Kami akan melanjutkan perjalanan menuju Euro di kandang sendiri pada 2028. Saya menantikannya, meski saat ini masih sulit memikirkan sejauh itu," kata Tuchel usai kekalahan dari Argentina.

Pertandingan dini hari nanti juga menjadi penutup sebuah era. Selama Deschamps membesut Prancis sejak 2012, Inggris sudah berganti tiga pelatih, yakni Roy Hodgson, Gareth Southgate, dan Thomas Tuchel.

Konsistensi itu tercermin dalam pencapaiannya di Piala Dunia. Dari 26 pertandingan yang dipimpinnya, Deschamps membukukan 20 kemenangan dengan persentase kemenangan mencapai 83,3 persen. Sebaliknya, tiga pelatih terakhir Inggris hanya mencatat persentase kemenangan gabungan sebesar 54,5 persen dari 22 pertandingan.

Karena itu, duel Prancis melawan Inggris kali ini bukan sekadar perebutan posisi ketiga. Bagi Les Bleus, pertandingan tersebut menjadi panggung terakhir untuk memberikan penghormatan kepada sosok yang telah mengembalikan Prancis ke jajaran elite sepak bola dunia selama lebih dari satu dekade. (jpc)

Editor : Miftahul Khair
posisi ketiga inggris vs prancis prediksi piala dunia 2026