Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Mengapa Singkawang Memiliki Populasi Tionghoa Terbesar? Jejaknya Berawal dari Tambang Emas Monterado

Silvina • Jumat, 17 Juli 2026 | 15:21 WIB
Ilustrasi warga Tionghoa yang banyak bekerja di Penambangan Emas Monterado
Ilustrasi warga Tionghoa yang banyak bekerja di Penambangan Emas Monterado

 

PONTIANAK POST – Di balik kuatnya budaya Tionghoa yang melekat di Kota Singkawang, terdapat kisah panjang yang bermula dari aktivitas pertambangan emas di Monterado, Kabupaten Bengkayang. Kawasan yang kini berstatus sebagai kecamatan itu pernah menjadi pusat tambang emas terbesar di Kalimantan Barat dan menjadi magnet kedatangan ribuan pekerja asal Tiongkok.

Gelombang migrasi tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi terbentuknya komunitas Tionghoa yang kini berkembang pesat di Singkawang dan wilayah sekitarnya.

Bermula dari Kebutuhan Tenaga Kerja

Baca Juga: Asal Usul Nama Singkawang, Diyakini Berasal dari Bahasa Tionghoa yang Penuh Makna

Menurut penuturan Adrius, seorang warga keturunan Tionghoa yang diwawancarai dalam kanal YouTube @tigan_tv, sebelum pertambangan emas berkembang, masyarakat Tionghoa telah lebih dahulu didatangkan untuk bekerja sebagai buruh yang memanfaatkan hasil hutan di Kalimantan Barat.

Namun, perubahan besar terjadi ketika ditemukan potensi emas yang melimpah di kawasan Monterado.

Sultan Mempawah Mendatangkan Penambang dari Tiongkok

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Istana Amantubillah Mempawah Pernah Terbakar dan Diserang Belanda

Adrius menjelaskan pengembangan tambang emas pertama kali dilakukan pada masa Kesultanan Mempawah.Untuk mengelola tambang tersebut, Sultan Mempawah mendatangkan pekerja dari wilayah Tiongkok bagian selatan yang memiliki pengalaman sebagai penambang.

Kehadiran mereka ternyata memberikan hasil yang sangat baik. Produksi emas meningkat dan aktivitas pertambangan berkembang pesat. Keberhasilan itu kemudian menarik perhatian kerajaan lain di Kalimantan Barat.

Sultan Sambas Mengikuti Jejak Kesultanan Mempawah

Baca Juga: Mengungkap Asal Nama Sambas, Dari Legenda Kerajaan hingga Menjadi Pusat Penyebaran Islam di Kalbar

Keberhasilan tambang emas di wilayah Mempawah membuat Kesultanan Sambas turut mengambil langkah serupa.

Pada pertengahan abad ke-18, Sultan Sambas juga mendatangkan penambang dari Tiongkok untuk mengelola tambang emas di kawasan Monterado, yang lokasinya berada sekitar 20 kilometer dari Singkawang.

Saat itu, Singkawang bahkan belum berkembang menjadi kota seperti sekarang. Aktivitas ekonomi masih berpusat di kawasan pertambangan dan permukiman para pekerja.

Baca Juga: Hari Jadi ke-395 Kota Sambas, Wabup Heroaldi Ajak Masyarakat Lestarikan Sejarah dan Budaya

Monterado Pernah Menjadi Pusat Tambang Emas

Monterado kemudian berkembang menjadi salah satu pusat pertambangan emas paling penting di Kalimantan Barat.

Hingga kini, jejak kejayaan masa lalu masih dapat ditemukan melalui bekas-bekas lubang tambang yang tersebar di kawasan tersebut.

Baca Juga: Banyak Tokoh Besar Berasal dari Hakka, Ada Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie hingga Pendiri Republik Tiongkok

Aktivitas penambangan berlangsung selama berabad-abad dan menjadi salah satu penggerak utama perekonomian wilayah pesisir utara Kalimantan Barat.

Tambang Beralih ke Pemerintah Hindia Belanda

Memasuki akhir abad ke-19, pengelolaan pertambangan emas di Monterado mengalami perubahan.Tambang-tambang yang sebelumnya berkembang melalui berbagai kelompok penambang kemudian beralih ke penguasaan pemerintah Hindia Belanda.

Baca Juga: Bukit Vandering Bengkayang, Jejak Pos Pengintaian Belanda  yang Diselimuti Beragam Cerita Misteri

Perubahan tersebut ikut memengaruhi kehidupan masyarakat penambang, termasuk komunitas Tionghoa yang telah lama menetap di kawasan Monterado dan sekitarnya.

Potensi Emas Masih Besar hingga Kini

Meski telah dieksplorasi sejak berabad-abad lalu, kawasan Monterado masih menyimpan potensi emas yang cukup besar.

Baca Juga: Mengungkap Mundurnya Pasukan Inggris dan Belanda dari Singkawang II Saat Jepang Menggempur Kalbar

Dalam penuturan kanal @tigan_tv disebutkan lokasi pertambangan membentang dari kawasan Sungai Raya hingga wilayah hulunya. Aktivitas penambangan masih berlangsung, baik oleh perusahaan yang memiliki izin maupun oleh penambang rakyat.

Dari kawasan potensial seluas lebih dari 3.000 hektare, disebutkan hanya sekitar 10 persen yang belum tersentuh aktivitas eksplorasi.

Tambang Emas Mengubah Wajah Singkawang

Baca Juga: Menguak Serangan Pertama Jepang ke Pontianak Tahun 1941,  Awal Perebutan Kalimantan Barat dari Belanda

Gelombang kedatangan pekerja tambang dari Tiongkok akhirnya tidak hanya meninggalkan jejak ekonomi, tetapi juga membentuk kehidupan sosial dan budaya di Kalimantan Barat.

Sebagian besar pekerja memilih menetap, membangun keluarga, dan membentuk komunitas yang terus berkembang hingga akhirnya melahirkan Singkawang sebagai salah satu kota dengan populasi keturunan Tionghoa terbesar di Indonesia.

Warisan sejarah itu masih dapat dilihat hingga sekarang melalui tradisi, bahasa, rumah ibadah, kuliner, hingga perayaan budaya yang menjadikan Singkawang dikenal sebagai salah satu pusat budaya Tionghoa paling penting di Nusantara.

Editor : Silvina
tambang emas di monterado jejak tionghoa di singkawang populasi tionghoa sultan mempawah kesultanan mempawah