PONTIANAK POST – Kabupaten Sintang kembali menggelar Dialog Pembauran Kebangsaan dengan tema “Memperkuat Persatuan dan Kesatuan di Tengah Keberagaman.” Kegiatan ini menjadi ajang penting untuk membahas kondisi sosial masyarakat yang majemuk, sekaligus upaya untuk mencegah potensi disharmoni di tengah pesatnya perubahan zaman.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Sintang, Herkolanus Roni, menyampaikan bahwa dinamika sosial di Sintang menuntut kewaspadaan serta kerjasama dalam menjaga stabilitas daerah. Menurutnya, kemajemukan masyarakat adalah kekayaan yang harus dijaga dengan komunikasi yang terbuka dan bijak. “Keberagaman di Sintang adalah kekuatan, tetapi tanpa pengelolaan yang hati-hati, bisa menjadi celah munculnya gesekan,” ujar Roni, Jumat (14/11).
Roni juga menyoroti arus informasi yang cepat berkembang di era digital sebagai salah satu faktor pemicu kesalahpahaman. “Era digital membuat informasi tersebar begitu cepat, dan tidak semuanya benar. Oleh karena itu, dialog seperti ini sangat penting untuk meluruskan persepsi dan memperkuat kebersamaan,” lanjutnya.
Lebih jauh, Roni menyatakan bahwa perbedaan budaya, agama, dan latar belakang masyarakat Sintang justru bisa menjadi modal besar dalam pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang harmonis. “Setiap kelompok memiliki kontribusi yang berharga. Pemerintah ingin memastikan bahwa keberagaman tidak hanya dihargai, tetapi juga diberdayakan,” kata Roni.
Dialog pembauran kebangsaan ini diharapkan dapat menjadi ruang untuk saling memahami serta memperkuat jejaring antar-komponen masyarakat. Roni menyebut kegiatan tersebut sebagai sarana efektif untuk bertukar informasi dan mempererat toleransi antar sesama. “Forum ini memungkinkan kita untuk saling mendengar, bukan hanya berbicara. Dari sinilah toleransi dapat tumbuh dan berkembang,” jelasnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah pimpinan Forkopimda, pejabat OPD, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda. Kehadiran berbagai pihak ini menegaskan bahwa isu toleransi dan harmoni sosial adalah perhatian bersama yang perlu terus dijaga. “Kita ingin Sintang tetap menjadi rumah yang aman bagi semua orang, tanpa memandang latar belakang,” tutup Roni. (nda)
Editor : Hanif