PONTIANAK POST - Kapasitas baterai besar sering dianggap jadi jaminan smartphone lebih awet digunakan seharian.
Namun kanal YouTube Jagat Review mengungkap fakta berbeda. Menurutnya, daya tahan baterai HP ternyata tidak hanya ditentukan oleh angka mAh semata, melainkan dipengaruhi banyak faktor lain seperti chipset, layar, hingga kualitas software.
Kapasitas mAh Bukan Penentu Utama
Dalam video terbarunya, Jagat Review menjelaskan bahwa banyak pengguna smartphone masih menganggap kapasitas baterai sebagai patokan utama ketahanan daya.
“Buat yang enggak mau mikir panjang pasti punya patokan. Makin besar kapasitas baterai HP pasti makin irit dan awet dong daya tahannya. Padahal enggak selalu begitu loh,” ujar Jagat Review.
Ia juga menyoroti penggunaan satuan mAh pada smartphone yang sebenarnya kurang tepat secara teknis untuk menggambarkan energi baterai.
“Sebetulnya nyebut kapasitas baterai dengan satuan mAh itu kurang tepat secara teknis loh. Yang benar itu harusnya pakai WH alias watt hour,” lanjutnya.
Chipset Jadi Faktor Paling Berpengaruh
Menurut Jagat Review, efisiensi chipset atau SoC (System on Chip) menjadi faktor paling penting dalam menentukan irit atau borosnya sebuah smartphone.
Baca Juga: Apple Ungkap Sinyal Upgrade Besar iPhone 18 Pro, Kamera Pro dan Baterai Awet Jadi Andalan
“Semakin efisien sebuah SoC, semakin sedikit energi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas yang sama,” katanya.
Itulah sebabnya smartphone dengan baterai lebih kecil kadang justru mampu bertahan lebih lama dibanding HP dengan kapasitas baterai besar apabila menggunakan chipset generasi terbaru dan lebih hemat daya.
Ia menjelaskan chipset dengan fabrikasi lebih kecil seperti 4nm umumnya lebih efisien dibanding 6nm atau 8nm.
Layar dan Sinyal Juga Pengaruhi Baterai
Selain chipset, layar disebut menjadi salah satu komponen paling boros daya pada smartphone.
Ukuran layar besar, refresh rate 120Hz, hingga tingkat kecerahan tinggi dapat membuat konsumsi baterai meningkat drastis.
“Layar yang 120Hz itu menggambar ulang tampilan dua kali lebih sering dibandingkan yang 60Hz. Lebih mulus sih, tapi lebih boros,” jelas Jagat Review.
Baca Juga: Xiaomi 17 Max Siap Debut Mei 2026, HP Flagship Layar 6,9 Inci dengan Baterai Jumbo Bikin Rival Panik
Tak hanya itu, kualitas sinyal juga disebut sangat berpengaruh terhadap ketahanan baterai. Saat sinyal lemah, modem smartphone akan bekerja lebih keras untuk tetap terhubung ke jaringan.
“Kalau sinyal di area tertentu lemah, modem dari HP akan kerja ekstra untuk tetap terhubung ke jaringan,” ujarnya.
Software dan Cara Pakai Jadi Penentu
Reviewer itu juga menilai optimalisasi software menjadi faktor yang sering diabaikan pengguna.
Menurut mereka, dua smartphone dengan chipset sama bisa memiliki daya tahan berbeda tergantung kualitas optimasi sistem operasinya.
“Hardware-nya bagus tapi software-nya jorok, baterainya akan jadi boros,” katanya.
Selain itu, pola penggunaan pengguna juga sangat menentukan. Aktivitas gaming, penggunaan data seluler, hingga aplikasi yang aktif di latar belakang membuat hasil ketahanan baterai bisa berbeda-beda.
Realme C100 Jadi Contoh HP Baterai Jumbo
Dalam video tersebut, Jagat Review turut mengulas Realme C100 yang disebut menjadi salah satu smartphone dengan baterai terbesar di kelas harga Rp3 jutaan.
Ponsel ini dibekali baterai 8.000mAh berbasis silikon karbon dengan chipset Helio G92 Max.
Hasil pengujian mereka menunjukkan Realme C100 mampu memutar video nonstop hingga 35 jam 18 menit.
“Ini adalah smartphone dengan baterai paling besar saat ini,” ujarnya.
Selain itu, streaming YouTube selama satu jam hanya mengurangi baterai 4 persen, sementara bermain Mobile Legends sekitar 20 menit menghabiskan 4 persen daya.
Baca Juga: Harga Naik Rp1,6 Juta, Vivo X300 FE Jawab dengan Kamera Ekstender dan Baterai Badak, Layak Dibeli?
Jangan Hanya Lihat Angka mAh
Di akhir pembahasannya, Jagat Review mengingatkan pengguna agar tidak hanya terpaku pada kapasitas baterai saat memilih smartphone.
“Jadi jangan cuma mengacu pada angka mAh doang. Karena mAh itu bukan faktor penentu utama. Kita harus lihat faktanya juga,” tutupnya. (*)
Editor : Miftahul Khair