PONTIANAK POST - Motorola Razr 70 Ultra kembali mendapat apresiasi sebagai salah satu smartphone lipat bergaya clamshell paling menarik di 2026 berkat perpaduan desain premium, layar eksternal yang lebih fungsional, dan daya tahan baterai yang ditingkatkan.
Kombinasi tersebut membuatnya tetap kompetitif di segmen ponsel lipat premium.
Di balik berbagai peningkatan tersebut, perangkat ini masih menyisakan sejumlah catatan.
Baca Juga: Huawei Pura 90 Pro Max Disebut Bawa 5G Global, Akhiri Era Smartphone 4G di Luar China?
Kenaikan harga dibanding generasi sebelumnya serta dukungan pembaruan perangkat lunak menjadi dua faktor yang perlu dipertimbangkan calon pembeli sebelum memutuskan untuk meminangnya.
Motorola mempertahankan filosofi desain Razr dengan layar penutup berukuran besar yang memungkinkan pengguna menjalankan berbagai aplikasi tanpa membuka perangkat.
Menurut T3, pengalaman menggunakan cover display pada Razr 70 Ultra bahkan masih lebih praktis dibanding kompetitor utamanya, yakni Samsung Galaxy Z Flip 7.
Baca Juga: Mengapa Samsung Galaxy FE Lebih Murah? Ini Alasan Harganya Jauh di Bawah Galaxy S
Review tersebut menilai peningkatan terbesar Razr 70 Ultra terletak pada efisiensi baterai yang lebih baik sehingga mampu bertahan lebih lama dalam penggunaan harian.
Di sisi lain, performanya tetap kompetitif untuk menjalankan aplikasi berat maupun multitasking, meski peningkatan chipset dibanding generasi sebelumnya tidak terlalu signifikan.
Selain itu, Motorola tetap mempertahankan desain premium dengan bodi ringkas yang mudah dimasukkan ke saku.
Kombinasi layar lipat utama dan layar eksternal menjadi salah satu daya tarik utama perangkat ini bagi pengguna yang menginginkan smartphone flagship berukuran lebih kompak.
Meski menuai banyak pujian, T3 menilai kenaikan harga menjadi tantangan terbesar Razr 70 Ultra.
Dukungan pembaruan perangkat lunak Motorola juga dinilai belum sekuat sejumlah pesaing di segmen flagship, sehingga dapat menjadi pertimbangan bagi pengguna yang mengutamakan dukungan jangka panjang.(*)
Editor : Budi Miank