Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Peringatan Hari Kartini Kalbar, Gubernur Tekankan Perempuan Berdaya Lewat Karya Nyata

N
Ria Norsan didampingi Erlina saat menghadiri Peringatan Hari Kartini ke-62 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (22/4). (ADPIM PROV KALBAR)
Ria Norsan didampingi Erlina saat menghadiri Peringatan Hari Kartini ke-62 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (22/4). (ADPIM PROV KALBAR)

Advertisement

PONTIANAK POST - Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, didampingi Ketua TP PKK Provinsi Kalbar Erlina, membuka Peringatan Hari Kartini ke-62 tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Aula Garuda Kantor Gubernur, Gedung Pelayanan Terpadu, Rabu (22/4).

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa esensi perjuangan Raden Ajeng Kartini di era modern tidak berhenti pada seremoni, melainkan harus diwujudkan melalui kontribusi nyata perempuan dalam pembangunan.

Ia menyampaikan, penetapan 21 April sebagai Hari Kartini melalui Keputusan Presiden Nomor 108 Tahun 1964 merupakan bentuk penghargaan negara atas jasa Kartini dalam memperjuangkan hak pendidikan dan peran sosial perempuan.

Advertisement

“Kartini adalah pelopor emansipasi. Ia memperjuangkan kesetaraan bukan untuk menandingi laki-laki, tetapi menegaskan bahwa perempuan berhak berkembang, belajar, dan berkarya,” ujar Norsan di hadapan Forkopimda, kepala daerah se-Kalimantan Barat, serta organisasi perempuan.

Gubernur juga mengingatkan bahwa capaian perempuan saat ini merupakan hasil perjuangan panjang yang telah membuka berbagai peluang. Namun, tantangan ke depan masih memerlukan komitmen bersama.

Advertisement

“Meneladani Kartini bukan sekadar mengenakan kebaya, tetapi bagaimana perempuan terus belajar, berkarya, dan berkontribusi nyata bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” tegasnya.

Ia turut mengapresiasi peran perempuan dalam membentuk karakter kepemimpinan, serta menekankan bahwa keberhasilan seorang laki-laki tidak terlepas dari peran ibu dan istri.

Menutup sambutannya, Gubernur berharap peringatan ini menjadi pemantik semangat perempuan Kalimantan Barat untuk terus berdaya dan mandiri. “Perempuan hebat adalah Kartini masa kini, membangun bangsa dengan hati,” tutupnya.

Pada kesempatan tersebut, Erlina membacakan pidato kunci Ibu Wakil Presiden RI, Selvi Gibran Rakabuming. Dalam pidato tersebut disampaikan bahwa meskipun Indeks Pembangunan Gender (IPG) tahun 2024 mencapai 91,85, peningkatannya masih relatif lambat.

Beberapa tantangan yang disoroti antara lain tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan yang masih 56,42 persen, keterwakilan perempuan di parlemen sekitar 22,48 persen, serta masih adanya 24,8 persen perempuan yang melahirkan di luar fasilitas kesehatan.

Advertisement

Artikel Terkait

ISPA Karhutla Tembus 401 Ribu Kasus, Kalbar Sumbang 49 Ribu

ISPA Karhutla Tembus 401 Ribu Kasus, Kalbar Sumbang 49 Ribu

ISPA akibat Karhutla secara nasional sudah tembus 401 ribu kasus. Kalimantan Barat menjadi salah satu daerah dengan lonjakan yang tinggi.

Konflik Buaya dan Manusia Meningkat di Kalbar, Alih Fungsi Habitat Jadi Salah Satu Pemicu Utama

Konflik Buaya dan Manusia Meningkat di Kalbar, Alih Fungsi Habitat Jadi Salah Satu Pemicu Utama

Sebanyak 33 konflik buaya dan manusia tercatat di Kalbar hingga Agustus 2026. Alih fungsi habitat dan sampah sungai menjadi pemicu.

Ria Norsan Minta Pemeliharaan PLTU Bengkayang Dipercepat, Target Pertengahan November

Ria Norsan Minta Pemeliharaan PLTU Bengkayang Dipercepat, Target Pertengahan November

Ria Norsan meminta pemeliharaan PLTU Bengkayang dipercepat agar pembangkit kembali beroperasi pada pertengahan November 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer