Titik Panas Kalbar Turun Jadi Lima, Ria Norsan Minta Warga Setop Bakar Lahan

PONTIANAK POST - Jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan Barat menurun menjadi lima titik, seluruhnya berada di Kabupaten Ketapang. Meski kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berangsur membaik, pemerintah tetap melanjutkan pemadaman dan pendinginan serta mengimbau masyarakat dan perusahaan tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 26 Oktober 2026, pukul 00.00 hingga 23.59 WIB, lima titik panas terdeteksi di Ketapang. Jumlah tersebut turun signifikan dibandingkan beberapa hari sebelumnya, ketika titik api di kabupaten itu sempat mencapai lebih dari 90 hingga 100 titik.
Gubernur Kalbar Ria Norsan mengatakan, penurunan titik api terbantu hujan yang mengguyur wilayah selatan Ketapang. Namun, ia mengingatkan masyarakat agar tidak lengah karena cuaca panas masih berpotensi memicu kebakaran kembali.
Baca Juga: BMKG Ingatkan Jeda Hujan Awal Oktober, Karhutla Kalbar Kembali Diwaspadai
“Alhamdulillah, tinggal lima titik api hari ini,” kata Norsan di Pontianak, Selasa (27/10).
Menurut Norsan, pemerintah provinsi telah memperkuat penanganan karhutla dengan melibatkan personel TNI dan Polri, serta dukungan operasi modifikasi cuaca dan water bombing sesuai kebutuhan. Ia berharap hujan yang diprakirakan turun di Ketapang dapat membantu memadamkan titik api yang masih tersisa.
Ia juga mengingatkan bahwa asap kebakaran di Ketapang terbawa angin hingga Pontianak dan berdampak pada kualitas udara serta aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar anak-anak.
“Jangan dulu membakar di saat panas tinggi,” tegasnya.
Baca Juga: Memasuki Periode Rawan Karhutla, BPBD Kalbar Minta Masyarakat Tak Melakukan Pembakaran Lahan
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, Ridwan menyampaikan, pemantauan melalui aplikasi Sistem Pemantauan Karhutla (Sipongi) juga tidak menunjukkan titik panas berkepercayaan tinggi berdasarkan data tiga satelit, yakni Terra/Aqua, NASA-SNPP, dan NOAA-20.
Meski demikian, data satelit NASA-SNPP masih mendeteksi 59 titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah. Titik-titik tersebut diduga berkaitan dengan bara api yang masih tersisa di lahan bekas terbakar.
“Ini sudah sangat jauh menurun, tinggal lima titik berada di Kabupaten Ketapang. Sementara untuk kabupaten-kabupaten yang lainnya terdata ataupun terlihat tidak mempunyai titik panas,” kata Ridwan.



