
KUCHING — Semangat persaudaraan Islam di Pulau Borneo yang terbangun melalui MTQ Antarbangsa se-Borneo akan dilanjutkan melalui gagasan Khataman Al-Qur’an se-Borneo pada Ramadan 2027.
Kegiatan ini dirancang melibatkan masjid-masjid di Kalimantan untuk membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an secara serentak melalui koordinasi daring.
Gagasan tersebut dibahas dalam kunjungan dan pertemuan pimpinan delegasi peserta MTQ Antarbangsa se-Borneo dengan Datu Haji Abdul Hadi bin Datuk Haji Abdul Kadir, Ketua Pegawai Eksekutif Lembaga Amanah Kebajikan Masjid Negeri Sarawak (LAKMNS), Kamis (29/10/2026).

Pertemuan berlangsung di lantai 8 Gedung Baitul Makmur, Medan Raya, Petra Jaya, Kuching, Sarawak. Dalam kesempatan tersebut, Abdul Hadi memaparkan gagasan pelaksanaan Khataman Al-Qur’an se-Borneo sebagai upaya memperkuat ukhuwah Islamiyah melalui kegiatan ibadah bersama.
Kegiatan ini direncanakan berlangsung pada Ramadan 2027 dengan melibatkan masjid-masjid di berbagai wilayah Kalimantan. Pembacaan Al-Qur’an akan dikoordinasikan secara daring agar jamaah dari berbagai daerah dapat berpartisipasi dalam gerakan bersama tersebut.
Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kalimantan Barat, Andi Musa, menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, inisiatif ini berpotensi memperluas manfaat penyelenggaraan MTQ Antarbangsa se-Borneo, dari ajang perlombaan menjadi gerakan keagamaan yang melibatkan masyarakat secara lebih luas.
Sebagai tindak lanjut, akan dilakukan pertemuan dan rapat khusus untuk membahas secara terperinci konsep kegiatan, mekanisme pelaksanaan, koordinasi antarlembaga, serta keterlibatan masjid-masjid di wilayah yang akan menjadi peserta.
Khataman Al-Qur’an se-Borneo diharapkan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi masyarakat Muslim di Pulau Borneo. Melalui kegiatan ini, Al-Qur’an tidak hanya menjadi pusat perhelatan MTQ, tetapi juga menjadi pengikat kebersamaan umat dalam kehidupan sehari-hari.
Jika terealisasi, kegiatan pada Ramadan 2027 tersebut akan menjadi salah satu bentuk kolaborasi keagamaan lintas wilayah yang menempatkan ukhuwah Islamiyah sebagai landasan untuk memperkuat hubungan masyarakat di Borneo.**



