Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Satarudin Minta Dishub dan Bapenda Pontianak Perbarui Data Perparkiran

M
Penulis: Mirza Ahmad Muin❯
Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin. (Dok)
Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin. (Dok)

Advertisement

PONTIANAK POST - Pertumbuhan usaha di Kota Pontianak perlu diiringi dengan pembaruan data perparkiran secara berkala. Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, meminta Dinas Perhubungan (Dishub) berkoordinasi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk memperbarui data perparkiran, baik parkir tepi jalan umum yang menjadi objek retribusi maupun tempat parkir yang dikenakan pajak parkir.

Menurut Satarudin, pendataan perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk terhadap juru parkir (jukir) yang belum terdata. Dengan demikian, potensi pendapatan daerah dari sektor perparkiran dapat teridentifikasi dan dikelola secara lebih optimal.

Ia menilai, seiring bertambahnya aktivitas usaha dan ekonomi masyarakat, data perparkiran harus terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi penting agar tidak ada potensi pendapatan yang terlewat.

“Data perparkiran harus terus diperbarui mengikuti perkembangan usaha di Kota Pontianak. Dishub dan Bapenda perlu bersinergi, termasuk mendata jukir yang belum terdaftar, sehingga pengelolaannya lebih tertib dan potensi pendapatannya bisa dioptimalkan,” ujarnya Rabu (28/10).

Satarudin berharap, langkah tersebut dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Dengan pendataan yang akurat serta pengelolaan yang transparan, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor perparkiran diharapkan semakin baik dan meningkat setiap tahunnya.

Advertisement

Menurutnya, optimalisasi PAD bukan semata-mata soal meningkatkan penerimaan, tetapi juga memastikan setiap potensi ekonomi daerah dapat dikelola secara tertib dan memberikan manfaat bagi pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat Kota Pontianak.

Dalam upaya penataan perparkiran ini, Satar minta agar koordinasi ini juga melibatkan pihak kelurahan. Sebab data-data usaha yang menciptakan ruang parkir terdapat di setiap kelurahan. Data tersebut bisa menjadi acuan dua dinas ini untuk melakukan pendataan update pembaruannya.

“Melihat iklim usaha saat ini, saya rasa pertumbuhan pendataan jukir mestinya juga ikutan naik. Ketika usaha banyak bertumbuh, saya rasa juga akan berefek pada peningkatan jumlah jukir ini. Saya harap, para jukir ini tidak menjadi jukir liar di lapangan,” katanya.(iza)

Advertisement

Artikel Terkait

BPKAD Singkawang Perkuat Sistem Digital e-BMD, Migrasi Data Aset Rampung Empat Bulan

BPKAD Singkawang Perkuat Sistem Digital e-BMD, Migrasi Data Aset Rampung Empat Bulan

BPKAD Singkawang menuntaskan migrasi data aset ke aplikasi e-BMD dalam empat bulan dan memperkuat kompetensi pengelola aset daerah.

Selisih Data Stunting Sintang Capai 10 Persen, Kartiyus Soroti Pentingnya Sanitasi Keluarga

Selisih Data Stunting Sintang Capai 10 Persen, Kartiyus Soroti Pentingnya Sanitasi Keluarga

Selisih data stunting Sintang mencapai 10 persen. Kartiyus soroti pentingnya gizi anak, kesehatan ibu, dan sanitasi keluarga.

Gercep Stunting Sintang, Rosa Trifina Tekankan Pentingnya Data Akurat dan Kerja Lintas Sektor

Gercep Stunting Sintang, Rosa Trifina Tekankan Pentingnya Data Akurat dan Kerja Lintas Sektor

Dinkes Sintang perkuat Gercep Stunting melalui data akurat, peningkatan layanan kesehatan, dan kolaborasi lintas sektor.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer