Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gercep Stunting Sintang, Rosa Trifina Tekankan Pentingnya Data Akurat dan Kerja Lintas Sektor

R
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Rosa Trifina
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Rosa Trifina

Advertisement

PONTIANAK POST - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Rosa Trifina, menyebut percepatan penurunan stunting membutuhkan data valid, pelayanan kesehatan berkualitas, serta keterlibatan lintas sektor agar intervensi menjangkau keluarga yang membutuhkan.

Ia menyatakan, angka stunting di Sintang berdasarkan SSGI pada 2024 tercatat 31 persen. Sementara itu, PPGM pada tahun yang sama mencatat angka 21,28 persen. Pada 2025, tidak terdapat survei pengukuran SSGI.

“Perbedaan angka tersebut menjadi tantangan tersendiri. Terlepas dari hasil pengukuran yang digunakan, penanganan stunting tetap membutuhkan kerja bersama dengan langkah yang terarah dan sesuai kebutuhan,” ujar Rosa, Kamis (29/10).

Melalui Gerakan Cepat Penanganan Stunting (Gercep Stunting), Dinas Kesehatan akan memperkuat pembinaan teknis, kompetensi tenaga kesehatan, ketersediaan alat ukur, layanan gizi, serta sistem rujukan. 

"Pemantauan hasil program juga diperlukan untuk mengatasi kendala yang tidak dapat diselesaikan puskesmas secara mandiri," tuturnya.

Advertisement

Di tingkat pelayanan, Rosa menyatakan, puskesmas memiliki peran memastikan upaya pencegahan dan penanganan menjangkau kelompok sasaran. Langkah tersebut mencakup pencegahan anemia pada remaja putri dan ibu hamil, pemeriksaan kehamilan, pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI, serta imunisasi.

“Pertumbuhan balita harus diukur secara benar dan berkala. Jika ditemukan gangguan pertumbuhan, anak perlu segera diperiksa, ditangani, dan dirujuk apabila membutuhkan pelayanan lanjutan,” ucapnya.

Rosa menambahkan, pemerintah desa dan kelurahan berperan mendukung Posyandu, pendataan keluarga sasaran, serta penyediaan kegiatan dan anggaran sesuai kewenangan. PKK juga dapat membantu keluarga memperoleh akses pelayanan kesehatan.

Ia berharap lokakarya menghasilkan data sasaran yang akurat, pembagian tanggung jawab yang jelas, jadwal pelaksanaan, serta evaluasi berkala. 

"Bantuan pangan, pendampingan keluarga, pelayanan kesehatan, dan perbaikan lingkungan juga perlu diselaraskan agar penanganan stunting memberikan hasil nyata," tutupnya. (nda)

Advertisement

Artikel Terkait

ASN Pemkab Sintang Ikuti Profiling Kompetensi untuk Pemetaan Karier dan Pengembangan SDM

ASN Pemkab Sintang Ikuti Profiling Kompetensi untuk Pemetaan Karier dan Pengembangan SDM

Sebanyak 347 ASN Pemkab Sintang mengikuti profiling kompetensi untuk mendukung pengembangan karier dan penataan aparatur.

Pemkab Sintang Manfaatkan Profiling ASN untuk Petakan Kompetensi dan Pengembangan Karier Pegawai

Pemkab Sintang Manfaatkan Profiling ASN untuk Petakan Kompetensi dan Pengembangan Karier Pegawai

Pemkab Sintang manfaatkan profiling ASN untuk memetakan kompetensi, mendukung pengembangan karier, dan meningkatkan kinerja birokrasi.

Musyawarah Pastoral Keuskupan Sintang: Evaluasi Pelayanan dan Pelestarian Lingkungan

Musyawarah Pastoral Keuskupan Sintang: Evaluasi Pelayanan dan Pelestarian Lingkungan

Muspas Keuskupan Sintang mengevaluasi pelayanan gereja, merumuskan prioritas pastoral, serta mendorong toleransi dan pelestarian lingkungan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer