
PONTIANAK POST – Penolong Korban Perang atau Pekope memiliki peran yang cukup luas dalam membantu masyarakat pada masa perang. Organisasi sukarelawan tersebut tidak hanya memberikan pertolongan pertama kepada korban, tetapi juga menangani berbagai kebutuhan masyarakat terdampak perang.
Pekope berkembang ketika gagasan membentuk organisasi palang merah khusus untuk masyarakat Indonesia belum mendapat izin dari penguasa kolonial.
Mengajarkan Pertolongan Pertama
Menurut Historia.ID, salah satu kegiatan Pekope adalah memberikan pelajaran Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) kepada masyarakat.
Dokter Satrio yang terlibat dalam Pekope menyebut kegiatan tersebut dilakukan di kampung-kampung. Tujuannya mempersiapkan masyarakat menghadapi kondisi perang dengan kemampuan saling menolong.
Pekope kemudian berkembang di berbagai daerah. Organisasi tersebut berbasis perorangan atau kelompok sukarelawan dan berfokus pada pekerjaan kemanusiaan dalam situasi perang.
Tugas Pekope Semakin Luas
Kegiatan Pekope tidak berhenti pada pertolongan pertama. Koran Pemandangan edisi 17 Januari 1942 mencatat sejumlah bidang yang ditangani organisasi tersebut.
Pekope memiliki bagian perawatan anak dan perempuan serta melakukan registrasi penduduk. Organisasi ini juga membantu penguburan secara Islam dan pengadaan makanan.
Selain itu, Pekope turut menjalankan kegiatan pemadam kebakaran. Organisasi tersebut bahkan membantu mencarikan pekerjaan bagi korban perang.
Peran tersebut membuat Pekope lebih dikenal masyarakat. Organisasi ini didirikan di berbagai daerah, termasuk wilayah pelosok, menjelang kedatangan Jepang.



