Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Mengenal Susu Nabati; Apakah Tetap Dinamakan Susu?

Miftahul Khair • Kamis, 22 Agustus 2024 | 12:21 WIB

Ilustrasi susu kedelai. (FREEPIK)
Ilustrasi susu kedelai. (FREEPIK)
 

JIKA bukan berasal dari makhluk hidup, apakah cairan putih seperti susu pada susu nabati dapat disebut sebagai susu?

Pertanyaan ini yang menggelayuti khalayak jika merujuk istilah susu yakni cairan bergizi berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar susu mamalia, termasuk manusia.

Situs viva.org.uk sendiri menggambarkan bagaimana industri susu sedang heboh mengenai istilah susu nabati ini.

Pasalnya penggunaan kata 'susu' untuk menggambarkan cairan seperti susu yang tidak berasal dari kelenjar susu siapa pun.

Belum lagi protes sejumlah pihak betapa banyak kekurangan yang mungkin terjadi jika mengonsumsi susu nabati, sehingga mengabaikan produk susu yang sebenarnya.

Sebenarnya, ada sejarah panjang bahwa susu nabati dan minuman nabati lainnya telah dibuat oleh manusia selama ribuan tahun. Tentu saja tidak ada hal baru atau aneh jika mengonsumsinya.

Di antara produk ini yang paling terkenal adalah susu kedelai. Terbuat dari kacang kedelai. Kacang tersebut berasal dari Tiongkok.

Lantaran nilai gizinya yang tinggi dan budidaya yang relatif mudah, kacang kedelai telah ditanam di Amerika dan Eropa sejak abad ke-19. Susu kedelai yang terbuat dari kacang kedelai Eropa sangat ramah lingkungan dan biasanya non-GM.

Susu kedelai yang paling awal disebutkan dalam teks tertulis berbahasa Tiongkok, sejak 1365.

Susu kedelai secara bertahap menjadi lebih umum dan catatan dari abad ke-17 menggambarkan penggunaan tradisionalnya dalam masakan Tiongkok.

Pada 1866, susu kedelai pertama kali dibahas sebagai minuman oleh Paul Champion dari Prancis, yang menulis tentang orang Tiongkok yang membawa cangkir mereka ke toko tahu, untuk mendapatkan susu kedelai panas, yang mereka minum untuk sarapan.

Pada abad ke-19, kedelai dibawa ke Eropa dan Amerika Serikat (AS) dan berhasil dibudidayakan. Istilah susu kacang kedelai pertama kali muncul dalam sebuah publikasi di AS pada 1897, yang menampilkan tabel yang membandingkan kualitas nutrisi susu kedelai dan susu sapi.

Pada 1910, pabrik susu kedelai pertama didirikan di dekat Paris, Francis, oleh Li Yu-Ying, seorang ahli biologi dan insinyur Tiongkok.

Ia mengajukan dan mendapatkan hak paten susu kedelai pertama di dunia, bertajuk Susu nabati dan turunannya. Pada 1920-an, pabrik susu kedelai bermunculan di AS dan Tiongkok dan produksi susu kedelai meningkat secara dramatis.

Seorang pengusaha Amerika, Bob Rich, mengambil kesempatan untuk mengembangkan ide susu kedelai lebih jauh dan pada tahun 1945 meluncurkan Whip Topping berbahan dasar kedelai.

Tuntutan hukum dari industri susu segera menyusul, menuduh Rich membuat produk susu tiruan yang ilegal. Tim hukumnya berargumentasi bahwa itu bukanlah tiruan melainkan pengganti, sehingga dia memenangkan kasus tersebut.

Di Inggris, Plantmilk Society didirikan pada 1956 oleh Leslie Cross, wakil Presiden Vegan Society dan C. Arthur Ling menjadi ketuanya.

Mereka menciptakan susu nabati yang layak secara komersial. Produk akhirnya adalah susu kedelai yang diperkaya dengan kalsium dan vitamin B2, B12, dan D2. Pada 1972 perusahaan berganti nama menjadi Plamil Foods.

Selama 1970-an, karena tekanan dari industri susu, mereka tidak diperbolehkan menyebut produknya sebagai susu kedelai, melainkan harus menyebutnya sebagai makanan cair yang berasal dari tumbuhan. Kemudian menjadi susu tanaman kedelai.

Semua hal ini tidak dapat menghentikan kebangkitan susu kedelai dan pada tahun 1970-an dan 1980-an, susu kedelai menjadi semakin populer di seluruh Asia, Eropa, Australia, dan Amerika Serikat.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan peningkatan pengemasan, karton TetraPak memungkinkan produksi susu kedelai berkembang lebih jauh, sehingga hal tersebut tidak dapat dihentikan sekarang. Susu kedelai adalah nonsusu yang paling populer dan juga paling bergizi.(ote)

Editor : Miftahul Khair
#susu kedelai #susu nabati