Pembangunan Waterfront Sambas Ditunda, Pemprov Kalbar Anggarkan Kembali pada 2027

PONTIANAK POST – Pembangunan kawasan waterfront Sambas dipastikan belum dapat dilaksanakan tahun ini karena proses pengadaan barang dan jasa masih berlangsung.
“Renovasi kawasan waterfront Sambas ini mungkin tahun ini tidak bisa kita laksanakan. Sampai hari ini masih berproses di pengadaan pekerjaan, jadi mungkin tidak terkejar untuk pembangunan waterfront,” kata Plt Sekda Kalbar, Hendra di Pontianak, Rabu (28/10).
Pembagunan waterfront sambas ini masuk dalam proyek strategis daerah. Adapun proyek strategis daerah lainnya, peningkatan ruas jalan Tumbang Titi-Tanjung, Jalan Tanjung-Marau, Jalan Sukadana-Teluk Batang, serta Jalan Kota Baru-Nangan Sokan.
Baca Juga: Waterfront Sambas Diharapkan Segera Dibangun, Warga Soroti Dampak Ekonomi dan Wisata
Enam paket proyek strategis yang ditetapkan Pemprov Kalbar melalui keputusan gubernur pada 2026. Selain renovasi waterfront Sambas, proyek strategis lainnya mencakup pembangunan dan peningkatan sejumlah ruas jalan serta revitalisasi pusat pengembangan kreativitas seni dan budaya.
Hendra menyebutkan, Pemprov Kalbar berencana mengangkat kembali pembangunan waterfront Sambas dalam perencanaan tahun depan.
“Insyaallah tahun 2027 kita anggarkan kembali untuk pembangunan,” ujarnya.
Hendra juga memaparkan kondisi perekonomian Kalimantan Barat pada triwulan II 2026. Ekonomi Kalbar tumbuh 5,61 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,29 persen.
Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi secara tahunan terjadi pada sektor pengadaan listrik dan gas, yakni 12,71 persen. Sementara itu, secara triwulanan atau quarter-to-quarter (qoq), ekonomi Kalbar tumbuh 1,43 persen. Sektor konstruksi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 9,47 persen, sedangkan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami kontraksi 5,18 persen.
Hendra menjelaskan, arah pembangunan Kalbar mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Prioritasnya meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi, serta pemenuhan infrastruktur dan pelayanan dasar.
Pada 2026, Pemprov Kalbar menargetkan pendapatan daerah sebesar Rp5,81 triliun dengan belanja daerah Rp6,26 triliun. Anggaran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjalankan program pembangunan dan prioritas yang telah ditetapkan. (mse)



