Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

LPG 3 Kg Langka di Sanggau, Harga Pengecer Melambung

H
Penulis: Hanif PP❯

 

GAS SUBSIDI: Ilustrasi tumpukan LPG 3 kilogram siap didistribusikan oleh Pertamina Patra Niaga.
GAS SUBSIDI: Ilustrasi tumpukan LPG 3 kilogram siap didistribusikan oleh Pertamina Patra Niaga.

PONTIANAK POST — Kelangkaan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram (kg) di Kabupaten Sanggau membuat  warga mengaku kesulitan memperolehnya di pangkalan resmi, sementara harga di tingkat pengecer melonjak jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Sejumlah warga menyebut, meski pasokan gas disebut masuk hampir setiap hari, stok di pangkalan sering kali cepat habis. Akibatnya, masyarakat terpaksa membeli di pengecer dengan harga yang lebih mahal.


Advertisement

“Gas katanya datang setiap hari, tapi kami sering tidak kebagian. Kalau beli di pengecer, harganya bisa naik jauh,” keluh seorang warga, Selasa (17/12).

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Sanggau Syarif Ibnu Marwan menegaskan bahwa secara kuota, pasokan LPG 3 kg ke wilayah Sanggau masih dalam kondisi normal. Namun, pihaknya mengakui masih terdapat persoalan di tingkat distribusi lapangan.

“Untuk kuota LPG 3 kilogram di Kabupaten Sanggau sejauh ini masih mencukupi. Tidak ada pengurangan kuota, hanya saja di lapangan memang masih ditemukan kendala distribusi,” ujar Kepala Disperindagkop Sanggau.

Advertisement

Ia menjelaskan, tingginya permintaan serta pola pembelian yang tidak sesuai peruntukan turut memengaruhi cepat habisnya stok LPG di pangkalan. Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan pemantauan dan pengawasan bersama agen serta pihak terkait.

“Kami terus melakukan monitoring ke pangkalan-pangkalan. LPG 3 kilogram ini diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha mikro, sehingga penyalurannya harus tepat sasaran,” tegasnya.

Disperindagkop juga mengingatkan agar pangkalan menjual LPG 3 kg sesuai HET yang telah ditetapkan pemerintah. Jika ditemukan adanya penjualan di atas harga atau penyimpangan distribusi, pihaknya tidak segan untuk memberikan sanksi. (Agg)

Advertisement

Artikel Terkait

Hadiri Pelantikan MABT Sanggau, Bupati Yohanes Ontot Tegaskan Pesan Penting Soal Toleransi

Hadiri Pelantikan MABT Sanggau, Bupati Yohanes Ontot Tegaskan Pesan Penting Soal Toleransi

Sanggau adalah rumah bersama. Bupati Yohanes Ontot tekankan peran MABT dalam merawat persatuan dan keharmonisan di tengah keberagaman.

Banjir Bandang dan Longsor Hancurkan 7 Rumah Warga di Nekan-Sanggau di Tengah Hari

Banjir Bandang dan Longsor Hancurkan 7 Rumah Warga di Nekan-Sanggau di Tengah Hari

Hujan deras di perbatasan Entikong memicu banjir bandang dan longsor yang merusak 7 rumah warga di Desa Nekan, Kabupaten Sanggau.

Kawal Penyaluran Tepat Sasaran, Satgas BBM Sanggau Siapkan Skema Pengawasan Bertahap

Kawal Penyaluran Tepat Sasaran, Satgas BBM Sanggau Siapkan Skema Pengawasan Bertahap

Awasi penyaluran BBM, Satgas Sanggau siapkan patroli hingga sidak SPBU. Saat ini pengawasan masih dalam tahap sosialisasi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer