Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Waspada Ulama Palsu! Gus Dhofir Ungkap Ciri-cirinya, Dampaknya Bisa Rusak Umat

Khoiril Arif Ya'qob • Kamis, 9 April 2026 | 13:50 WIB
Ilustrasi ulama yang ilmunya tidak membingungkan, melainkan memberi kejelasan bagi umat. (FREEPIK)
Ilustrasi ulama yang ilmunya tidak membingungkan, melainkan memberi kejelasan bagi umat. (FREEPIK)

 

PONTIANAK POST - Fenomena ulama instan dan penceramah populer di era digital menjadi perhatian serius.

Ach Dhofir Zuhry melalui kanal YouTube NU Online, mengingatkan bahwa salah memilih ulama dapat berdampak besar, bahkan menjadi salah satu penyebab kerusakan umat.

Kerusakan Umat Berawal dari Ulama

Mengutip pemikiran Al-Ghazali, Gus Dhofir menjelaskan hubungan antara ulama, pemimpin, dan kondisi masyarakat.

“Rusaknya umat manusia, karena rekam jejak dan perilaku para ulama.”

Ia menjelaskan bahwa kualitas ulama sangat menentukan arah pemimpin, dan pada akhirnya memengaruhi kondisi masyarakat secara luas.

Baca Juga: Hukum Puasa tapi Tidak Salat, Apakah Tetap Sah? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya

Ciri Ulama Su’ (Ulama Palsu)

Gus Dhofir mengungkapkan ciri-ciri ulama yang tidak layak diikuti, salah satunya adalah menjadikan agama sebagai alat kepentingan pribadi.

“Ilmu dijadikan komoditas, dijadikan barang dagangan, demi keuntungan pribadi.”

Ia juga menyinggung fenomena ulama yang dekat dengan kekuasaan demi kepentingan tertentu.

“Ulama pesanan… tolong buatkan fatwa tentang ini.”

Menurutnya, kondisi ini berbahaya karena dapat menyesatkan umat.

Baca Juga: Tips Kelola Emosi ala Gus Baha: Saat Sumpek, Lebih Baik Menyepi daripada Menyakiti Orang Lain

Fatwa dan Agama Jangan Dijadikan Alat Politik

Gus Dhofir mengkritik maraknya produksi fatwa yang tidak proporsional.

“Sekarang fatwa banjir, semua difatwakan.”

Ia mengingatkan bahwa agama tidak boleh dijadikan alat untuk kepentingan politik atau kekuasaan.

Pentingnya Memilih Guru yang Tepat

Dalam kajiannya, Gus Dhofir menekankan bahwa memilih ulama adalah hal krusial.

“Salah pilih ulama, kita berantakan nanti.”

Ia menyarankan agar umat memilih guru yang memiliki sanad keilmuan jelas, terus belajar, dan memiliki integritas moral.

Baca Juga: Gus Baha Ungkap Alasan Orang Saleh Harus Kaya, Ini Penjelasan dan Kisah Imam Syafi’i yang Mengejutkan

Resolusi: Kembali ke Ngaji

Sebagai solusi, Gus Dhofir mengajak masyarakat menjadikan belajar agama sebagai gaya hidup.

“Resolusi kita adalah ngaji.”

Ia menekankan bahwa dengan terus belajar, umat akan lebih cerdas dalam membedakan ulama sejati dan ulama palsu.

Pesan utama dari Gus Dhofir adalah pentingnya literasi keagamaan yang kuat. Di tengah banjir informasi, umat harus cerdas, kritis, dan tidak mudah terpengaruh oleh simbol atau popularitas semata. (*)

Editor : Miftahul Khair
#ulama palsu #alat politik #waspada #Gus Dhofir Zuhry