Pendidikan Anak dalam Islam Dimulai Sejak Usia Dini, Begini Tahapannya Sesuai Umur

Silvina • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 11:34 WIB
Ilustrasi seorang ibu sedang mendidik anaknya di usia dua tahun
Ilustrasi seorang ibu sedang mendidik anaknya di usia dua tahun

 

PONTIANAK POST – Banyak orang tua menganggap pendidikan anak baru dimulai ketika mereka memasuki bangku sekolah. Padahal, dalam ajaran Islam, proses pendidikan telah dimulai jauh lebih awal, bahkan sejak seorang anak lahir. Setiap fase usia memiliki cara pendidikan yang berbeda agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak, dan bertanggung jawab.

Menurut Muhamad Sunandar di lamant NU Online, Islam memberikan panduan yang lengkap mengenai tahapan mendidik anak berdasarkan usia. Panduan tersebut bersumber dari Alquran  hadis serta penjelasan para ulama klasik yang saling melengkapi dalam membentuk karakter anak.

Pendidikan Menjadi Fondasi Kemajuan Bangsa

Baca Juga: Anak Sering Ngamuk Saat Minta Sesuatu? Begini Cara Mendidiknya Menurut Ustaz Lukmanul Hakim

Dalam Islam, pendidikan memiliki kedudukan yang sangat penting karena menjadi salah satu fondasi utama peradaban.

Hal tersebut tercermin dalam wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallammelalui Surah Al-Alaq ayat 1–5. Ayat tersebut diawali dengan perintah "Iqra'" (bacalah) yang menunjukkan besarnya perhatian Islam terhadap ilmu pengetahuan dan pendidikan.

Para ulama menilai pendidikan bukan sekadar mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk akidah, akhlak, dan kepribadian anak sejak usia dini.

Baca Juga: Bukan Sekadar Perayaan, Tema Hari Anak Nasional 2026 Ingatkan Pentingnya Memenuhi Empat Hak Dasar Anak

Usia 0–2 Tahun, Orang Tua Memenuhi Hak-Hak Anak

Tahap pertama pendidikan dimulai sejak anak lahir hingga usia dua tahun. Pada fase ini, orang tua berkewajiban memenuhi hak-hak anak, seperti memberikan nama yang baik, melaksanakan akikah, menunaikan zakat fitrah atas nama anak, memberikan kasih sayang, serta memenuhi kebutuhan tumbuh kembangnya.

Fase ini menjadi dasar bagi perkembangan fisik maupun emosional anak sebelum memasuki tahap pendidikan berikutnya.

Baca Juga: Anak Mengalami Growing Pain? Begini Cara Membantu Mengurangi Rasa Nyerinya

Usia 2 Tahun Mulai Ditanamkan Akidah

Memasuki usia dua tahun setelah anak disapih, pendidikan mulai diarahkan pada penanaman nilai-nilai keimanan.

Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa pada masa awal pertumbuhan tersebut, anak hendaknya mulai dikenalkan dan dibiasakan menghafal ajaran akidah Ahlussunnah wal Jamaah sesuai kemampuan mereka.

Baca Juga: 68 Calon Siswa Mempawah Lolos ke Sekolah Rakyat Kalbar, Prioritaskan Anak Putus Sekolah dari Keluarga Miskin

Selain itu, menurut Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid, anak usia dua hingga tujuh tahun mulai diperlihatkan tata cara ibadah, terutama salat, agar terbiasa sebelum memasuki usia wajib diperintah melaksanakannya.

Di usia ini pula, orang tua dianjurkan menanamkan kebiasaan baik serta menjauhkan anak dari perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Usia 7 Tahun Mulai Diperintahkan Salat

Baca Juga: Dari Deklarasi Jenewa hingga UNICEF, Begini Sejarah Perlindungan Hak Anak yang Menginspirasi Indonesia

Ketika anak berusia tujuh tahun, orang tua mulai diperintahkan untuk mengajarkan dan membiasakan salat.

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah Shallalahu’alaihiwasallam yang diriwayatkan Abu Dawud, agar orang tua memerintahkan anak melaksanakan salat pada usia tujuh tahun.

Para ulama menjelaskan bahwa pendidikan pada usia ini tidak hanya mencakup salat, tetapi juga mengajarkan tata cara bersuci, menghadiri salat berjamaah di masjid, memahami halal dan haram, memperdengarkan bacaan Alquran, hadis, doa, serta zikir.

Baca Juga: Hari Anak Nasional Ternyata Bermula dari Gerakan Perempuan, Tanggal Peringatannya Pernah Berubah

Selain pendidikan ibadah, anak juga perlu dibiasakan memiliki adab, sopan santun, dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Usia 10 Tahun Mulai Diberi Ketegasan

Saat memasuki usia sepuluh tahun, orang tua diperbolehkan memberikan ketegasan apabila anak masih meninggalkan salat atau mengabaikan kewajiban agama.

Baca Juga: Literasi Sebagai Benteng Perlindungan Anak Di Era Digital

Namun, para ulama menegaskan bentuk pukulan yang dimaksud dalam hadis adalah pukulan yang bersifat mendidik, bukan untuk menyakiti, melukai, atau melampiaskan emosi.

Pada usia ini pula, anak mulai diajarkan disiplin, tanggung jawab, dan konsekuensi dari setiap perbuatannya.

Memasuki Baligh, Orang Tua Harus Lebih Mengawasi

Baca Juga: Kalbar Peringkat Empat Nasional Perkawinan Anak Terbanyak di Indonesia

Ketika anak mencapai usia baligh, tugas orang tua tidak berhenti.Sebaliknya, pengawasan justru harus semakin ditingkatkan. Anak perlu diberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dalil-dalil agama agar memiliki keyakinan yang kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh pemikiran yang menyimpang.

Selain itu, orang tua juga dianjurkan memberikan pendidikan mengenai pergaulan, menjaga kehormatan diri, serta membimbing anak menghadapi perubahan fisik dan psikologis yang terjadi pada masa remaja.

Pendidikan Anak Adalah Proses yang Berkesinambungan

Baca Juga: 60 Kasus Sedang Ditangani, Kalbar Perketat Perburuan Sindikat Perdagangan Anak

Islam memandang pendidikan sebagai proses yang berlangsung terus-menerus sesuai perkembangan usia anak.

Mulai dari memenuhi hak-haknya sejak lahir, menanamkan akidah pada usia dini, membiasakan ibadah, mengajarkan akhlak, hingga mendampingi anak memasuki masa baligh, seluruh tahapan tersebut bertujuan membentuk pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Karena itu, pendidikan dalam Islam bukan hanya tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi juga amanah utama yang berada di pundak setiap orang tua.

Editor : Silvina
panduan mendidik anak mendidik anak dalam islam pendidikan bertahap sesuai usia mendidik anak usia dini tahapan mendidik anak