Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Inflasi Kalbar Capai 0,94 Persen, Dipicu Emas dan Cabai Rawit

Miftahul Khair • Selasa, 8 April 2025 | 14:53 WIB
JAWAPOS HARGA MEROKET: Harga cabai rawit mengalami kenaikan seiring dengan berkurangnya pasokan. Kondisi ini dikeluhkan konsumen. Di warung-warung kecil, harganya bisa mencapai Rp150 ribu per kilogram.
JAWAPOS HARGA MEROKET: Harga cabai rawit mengalami kenaikan seiring dengan berkurangnya pasokan. Kondisi ini dikeluhkan konsumen. Di warung-warung kecil, harganya bisa mencapai Rp150 ribu per kilogram.

PONTIANAK POST - Kalimantan Barat (Kalbar) pada Maret 2025 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 0,94 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,83. Emas dan cabai rawit menjadi komoditas penyumbang inflasi terbesar.

“Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Kalimantan Barat di 5 kabupaten/kota,
pada Maret 2025 terjadi inflasi y-on-y sebesar 0,94 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,84 pada Maret 2024 menjadi 106,83 pada Maret 2025,” ungkap Muh. Saichudin, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar, Selasa (8/4).

BPS Kalbar mencatat tingkat inflasi Provinsi Kalimantan Barat month to month (m-to-m) Maret 2025 sebesar 1,23 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Maret 2025 sebesar 0,01 persen.

Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Ketapang sebesar 1,74 persen dengan IHK sebesar 108,62 dan terendah terjadi di Kota Pontianak sebesar 0,38 persen dengan IHK sebesar 105,84.

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sembilan indeks kelompok pengeluaran, di mana yang terbesar yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,98 persen.

Adapun Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Maret 2025, antara lain: emas perhiasan, cabai rawit, minyak goreng, udang basah, ikan baung, kopi bubuk, ikan kembung, sigaret kretek mesin (SKM), cabai merah, dan kangkung.

Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, antara lain: tarif listrik, beras, daging ayam ras, telur ayam ras, tomat, ikan tenggiri, telepon seluler, sawi hijau, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, dan popok bayi sekali pakai/diapers. (sti)

Editor : Miftahul Khair
#maret 2025 #kalbar #emas #inflasi #cabai rawit