Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Sulit Membaca Al-Qur’an, Deddy Corbuzier Ternyata Idap Disleksia

Miftahul Khair • Selasa, 8 Oktober 2024 | 14:09 WIB
Deddy Corbuzier
Deddy Corbuzier

DEDDY Corbuzier belakangan disorot usai mengaku dirinya kesulitan membaca Al-Qur'an karena mengidap disleksia. Kondisi ini membuat dirinya kesulitan mempelajari huruf dan kata. Disebut juga, disleksia membuat otak memproses kata-kata dalam membentuk bahasa lebih lambat.

Di Hari Disleksia Sedunia (World Dyslexia Day) yang diperingati pada hari ini, 8 Oktober, menarik kiranya membahas tentang sosok yang satu ini. Bagaimana dia menjalani hidup sebagai penderita disleksia?

Dilansir dari situs pijarpsikologi.org, sosok yang terlahir dengan nama Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo ini tak memungkiri disleksia yang dideritanya. Disleksia sendiri merupakan sebuah pada gangguan otak yang menyebabkan seseorang tidak dapat menghafal, membaca, dan menulis dengan baik.

Disleksia menyebabkan Deddy mengalami kesulitan dalam mengingat rute rumahnya. Ia juga kesulitan untuk mengingat nama, sehingga saat sedang membawakan acara, tim selalu menuliskan nama bintang tamu di papan agar Deddy bisa melihatnya.

Deddy baru menyadari jika ia memiliki disleksia saat duduk di bangku SMA. Saat SD sebenarnya ia sempat tinggal kelas, namun ayahnya tidak memarahinya. Sepertinya sang ayah tidak mengetahui perihal disleksia yang dimiliki Deddy. Hal tersebut membuat Deddy menjadi kagum pada ayahnya.

Walaupun Deddy memiliki disleksia, IQ-nya mencapai 160, sehingga  Deddy dapat digolongkan sebagai seorang yang jenius. Tamat dari SMA Santa Theresia, Deddy Corbuzier mengambil kuliah di Jurusan Psikologi di Universitas Atmajaya Jakarta,  kemudian melanjutkan untuk mengambil master psikologi di Universitas London, Inggris. Deddy sengaja memilih kuliah di jurusan psikologi agar dapat mengetahui tindakan yang tepat untuk menangani dirinya sendiri.

 Baca Juga: Pj Bupati Mempawah Minta Peran Kades Sukseskan Pilkada 2024

Deddy berasumsi, jika disleksia membuatnya menjadi pribadi yang blak-blakan saat berbicara.  Deddy pun mengaku jika ia kurang pergaulan dan juga antisosial. Ternyata banyak pula yang tidak menyukai perilakunya saat sedang syuting.

Deddy terkadang menyalurkan hobinya dengam menulis di blog. Deddy mempunyai seorang putra yang bernama Askanio Nikola Corbuzier yang ternyata juga seorang disleksia.

Terlepas dari semua itu, Deddy mampu membuktikan bahwa disleksia tidak menyurutkan langkahnya. Ia pernah meraih penghargaan berskala internasional, Merlin Award, yang merupakan penghargaan tertinggi di bidang sulap.

Deddy terpilih sebagai Internatonal Best Mentalist of the Year 2010. Tak hanya piawai di bidang sulap Deddy juga merupakan seorang aktor film dan sinetron, di mana ia pernah memainkan film yang berjudul The Mentalist pada 2011 dan Sanubari Jakarta pada 2012. Deddy juga pernah beperan di sebuah sinetron yang berjudul Raja Sulap.

Menjadi presenter juga salah satu keahlian Deddy. Sebut saja After school, World Record, Hitam Putih, The Master, Big Daddy, dan lain sebagainya. Deddy Corbuzier juga beberapa kali memenangkan Panasonic Gobel Awards  dalam kategori presenter.

Deddy Corbuzier juga menerbitkan buku yang berjudul Mantra dan Divka, yang menjadi best seller di toko buku di Indonesia. Deddy juga menerima penghargaan dari Gramedia karena tulisan nonfiksinya mengenai inovasi diet yang ia sebut dengan OCD (Obsessive Corbuzier Diet).

Deddy Corbuzier adalah bagian dari orang-orang hebat yang mampu berprestasi di tengah kesulitan yang ia alami. Barangkali, di sekitar masih ada anak-anak yang mengalami kesulitan dalam belajar, bukan karena mereka tidak pintar atau malas. Karena tiap anak terlahir sebagai individu yang unik dan istimewa, mari dukung dan pahami sesuai dengan kebutuhan mereka! (ote)

Editor : Miftahul Khair
#Disleksia #deddy corbuzier