PONTIANAK POST - Gemerlap dunia idola KPop sering terlihat penuh sorotan dan kemewahan.
Namun drama IDOL I mencoba menunjukkan sisi lain yang penuh tekanan, konflik, dan luka emosional di balik popularitas para bintang.
Do Ra-ik (Kim Jae-young) digambarkan sebagai vokalis utama grup Gold Boys yang hidup di bawah tekanan besar.
Jadwal padat, kontrol manajemen, komentar publik, hingga fans obsesif perlahan membuat hidupnya jauh dari kata nyaman.
Baca Juga: Fangirl Rahasia Ini Harus Membela Idolanya dalam Kasus Pembunuhan Besar dalam IDOL I
Konflik di dalam grup Gold Boys pun akhirnya meledak. Ketegangan antaranggota yang selama ini dipendam berubah menjadi pertengkaran fisik.
Situasi semakin buruk ketika Woo-seong (An Woo-yeon) ditemukan tewas di rumah Ra-ik.
Kasus itu langsung menyeret Ra-ik menjadi tersangka utama pembunuhan. Dalam waktu singkat, citra sempurna seorang idola runtuh di hadapan publik.
Di tengah kekacauan tersebut hadir Maeng Se-na (Choi Sooyoung), seorang pengacara kriminal yang ternyata merupakan penggemar berat Ra-ik.
Baca Juga: Hyun Bin Perankan Agen KCIA Bermotif Tersembunyi di Made in Korea
Hubungan unik antara pengacara dan idola itu menjadi salah satu kekuatan utama cerita.
Kim Jae-young mengatakan bahwa inti cerita IDOL I bukan sekadar membahas dunia hiburan, tetapi juga hubungan emosional antarmanusia.
“Yang membedakan IDOL I bagi saya adalah bahwa pada akhirnya ini adalah kisah tentang orang-orang, bukan hanya tentang idola,” ungkapnya melansir MK News.
Sutradara Lee Gwang-young juga mengaku tertarik menggabungkan berbagai elemen yang tampak bertolak belakang dalam satu cerita.
“Tantangannya adalah menyatukan elemen-elemen yang tampaknya tidak berhubungan seperti idola, pembunuhan, penggemar, penjahat, dan cinta.”
Sementara itu, Kim Jae-young mengaku mendapat pengalaman baru lewat perannya sebagai idola KPop.
Baca Juga: Drama Korea Unmasked: Investigasi Penuh Misteri dan Komedi yang Menggigit
“Jika saya terlahir kembali, saya ingin mencoba menjadi seorang idola,” ungkapnya.
Dia menyebut band seperti DAY6, CNBLUE, dan FT Island sebagai referensi karakternya.
“Saya selalu menjadi pusat perhatian, jadi jika saya debut sebagai idola, saya ingin menjadi visual center,” lanjutnya. (*)
Editor : Chairunnisya