Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Penambang Speed Seduit Dibentuk Pokdarwis, Perahu Kecil Mengangkut Harapan Besar Wisata

Idil Aqsa Akbary • Selasa, 14 April 2026 | 12:13 WIB
PENAMBANG : Aktivitas penambang speed di Pangkalan Seduit, Kota Pontianak, saat melayani penumpang di Sungai Kapuas, Senin (13/4). (IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST)
PENAMBANG : Aktivitas penambang speed di Pangkalan Seduit, Kota Pontianak, saat melayani penumpang di Sungai Kapuas, Senin (13/4). (IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST)

Deru mesin speedboat memecah tenang pagi di Pangkalan Seduit, Kota Pontianak, Senin (13/4). Satu per satu penumpang naik, sebagian membawa tas belanja, lainnya sekadar menyeberang untuk rutinitas harian. 

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

DI sinilah peran para penambang speed menjadi lebih dari sekadar pengemudi. Mereka adalah pemandu tak resmi, pengantar cerita, sekaligus wajah pertama yang menyambut wisatawan yang ingin mengenal Pontianak dari sungainya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) melihat potensi tersebut sebagai peluang yang selama ini belum tergarap optimal. Upaya pun dilakukan dengan mengorganisir para penambang speed di kawasan ini ke dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

“Kami melihat mereka bukan hanya motoris, tetapi bagian penting dari pengalaman wisata itu sendiri,” ujar Rita Hastarita, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Disporapar Kalbar.

Baca Juga: Kemenag Pontianak Dorong Kesiapan Mental Siswa Hadapi Ujian Madrasah dan PPDB Mei 2026

Langkah ini bukan sekadar pembentukan kelompok. Bagi para penambang, ini adalah pintu menuju perubahan. Mereka akan dibekali pelatihan, mulai dari pemahaman kepariwisataan, standar pelayanan, hingga aspek keselamatan, hal-hal yang selama ini berjalan secara alami tanpa panduan baku.

Di tengah riuhnya aktivitas dermaga, Sandi Fikriansyah berdiri sambil memantau penumpang. Baginya, Sungai Kapuas bukan hanya tempat mencari nafkah, tetapi juga bagian dari hidup yang telah ia kenal sejak kecil.

“Saya sudah jadi penambang dari sebelum sekolah, ikut orang tua,” katanya. Sejak 2009, ia mengandalkan sungai ini untuk bertahan hidup.

Namun, penghasilan yang ia dapatkan belum sebanding dengan kerja kerasnya. Dalam sehari, ia membawa pulang sekitar Rp80 ribu hingga Rp100 ribu, itu pun sebelum dipotong biaya bahan bakar dan operasional lainnya.

Meski begitu, harapan Sandi kini mulai menemukan arah. Ia percaya, jika wisata sungai dikelola lebih serius, nasib para penambang juga akan ikut terangkat.

Baca Juga: Percobaan Bunuh Diri di Waterfront Pontianak Digagalkan Warga, Polisi Lakukan Penanganan Lanjutan

“Kalau wisata berkembang, kami juga ikut merasakan. Tidak hanya antar penumpang harian, tapi juga wisatawan,” ujarnya.

Memang, Sungai Kapuas menyimpan daya tarik yang tak sederhana. Dari atas speed, wisatawan dapat menyusuri jejak sejarah dan budaya Pontianak, melewati Istana Kadriah, Jembatan Kapuas, makam sultan, Tugu Khatulistiwa, hingga Alun-alun Kapuas. Setiap titik menyimpan cerita, setiap arus membawa pengalaman.

Saat ini, sebagian besar penumpang yang diangkut para penambang masih didominasi warga lokal. Sekitar 75 persen adalah pengguna jasa harian, sementara sisanya, sekitar 25 persen, merupakan wisatawan.

Angka itu menjadi tantangan sekaligus peluang. Dengan pembentukan Pokdarwis, pemerintah berharap pola pengelolaan menjadi lebih terarah. Tidak hanya soal pelayanan, tetapi juga penyusunan paket wisata, penentuan tarif yang wajar, hingga peningkatan tampilan armada agar lebih menarik.

Bagi para penambang di Pangkalan Seduit, perubahan ini mungkin dimulai dari hal kecil: cara menyapa penumpang, menjaga keselamatan, hingga merawat perahu. Namun, dampaknya bisa jauh lebih besar, membuka jalan bagi Sungai Kapuas untuk dikenal lebih luas, sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka yang menggantungkan hidup di atasnya.

Baca Juga: Franco Morbidelli Ditendang VR46, Karier Runner-Up Juara Dunia MotoGP Ini Tamat di Tangan Bestie Rossi

Di tengah aliran sungai terpanjang di Indonesia itu, para penambang kini tak hanya mengantar penumpang dari satu titik ke titik lain. Mereka juga sedang mengarungi perjalanan baru—menuju masa depan yang lebih menjanjikan.(*)

Editor : Hanif
#wisata #speed #penambang #pokdarwis #sungai kapuas