PONTIANAK POST - Kesadaran masyarakat menggunakan sunscreen semakin meningkat.
Namun, masih banyak yang menganggap tabir surya dengan SPF tinggi mampu melindungi kulit sepanjang hari tanpa perlu diaplikasikan ulang. Direktur Eva Mulia Clinic, dr Eddy Widjaja, menilai anggapan tersebut masih keliru.
Reapply Lebih Penting daripada Angka SPF
Menurut Eddy, sunscreen dapat mengalami degradasi atau memudar akibat keringat dan aktivitas harian.
"Ada anggapan tabir surya bisa bertahan dari pagi hingga sore asal sun protection factor (SPF) tinggi. Eits, padahal tabir surya bisa terdegradasi atau memudar akibat keringat dan lainnya," katanya, dilansir dari Jawapos.
Baca Juga: Sudah Rajin Skincare tapi Wajah Kusam, Ini Penyebab yang Sering Terlewat
"Jadi sebenarnya berapapun nilai SPF-nya, yang terpenting itu reapply," katanya.
SPF Tinggi Tidak Selalu Berarti Lebih Baik
Eddy menjelaskan bahwa SPF menggambarkan seberapa lama kulit dapat terlindungi sebelum terpapar sinar matahari dan berisiko mengalami sunburn.
Karena itu, pemilihan SPF sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Kandungan Antioksidan Mentimun Baik untuk Perawatan Kulit Wajah Sehari-hari
"Yang jadi pertanyaan, apa kamu segitu lamanya kena matahari? Kalau cuma nyebrang-nyebrang saja, 30 cukup ya (sebelum nanti diaplikasikan kembali, red)," jelasnya.
Pilih Sunscreen yang Cocok dengan Kulit
Selain memperhatikan SPF, masyarakat juga perlu memperhatikan kecocokan produk dengan kondisi kulit masing-masing.
Baca Juga: Jangan Asal Ikut Tren, Treatment Kulit Harus Sesuai Kebutuhan
"Ada kalanya kandungan atau teksturnya tak cocok dengan wajah. Gejala paling sering adalah merasa perih atau panas di wajah hingga timbulnya jerawat," lanjutnya.
Karena itu, pemilihan sunscreen tidak hanya mempertimbangkan tingkat perlindungan, tetapi juga kenyamanan dan kecocokannya dengan kulit pengguna. (*)
Editor : Chairunnisya