Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Anda Pengidap Asma? Hindari Pemicu Asma dan Ketahui Penanganannya

Miftahul Khair • Selasa, 1 Oktober 2024 | 14:34 WIB
Ilustrasi pria pengidap asma. Kenali pemicu dan cara penanganannya.
Ilustrasi pria pengidap asma. Kenali pemicu dan cara penanganannya.

PONTIANAK - Penyakit pernafasan kronis yang menyebabkan saluran udara di paru-paru menjadi meradang dan menyempit, membuat orang akan kesulitan dalam bernafas.

Asma memiliki gejala yang bervariasi, mulai dari yang ringan hingga berat dan biasanya kambuh secara periodik.

Ketika anda mengalami asma, biasanya diawali dengan gejala sesak napas.

Kemudian batuk terutama pada malam hari atau setelah bangun tidur, dada akan terasa cukup sesak dan berat.

Hal ini juga biasanya diikuti dengan munculnya suara siulan saat bernapas (bunyi mengi).

Menurut dr Kasum Supriadi, Sp.P pada kanal Youtube RS Premier Jatinegara, asma merupakan penyakit kronis jangka panjang yang terjadi pada saluran pernapasan dengan peradangan dan penyempitan saluran napas, sehingga menimbulkan sesak.

Penyebab Asma Kambuh 

Biasanya orang yang memiliki riwayat penyakit asma, dikarenakan reaksi alergi terhadap debu, serbuk sari, maupun bulu hewan.

Melalui hal kecil ini orang yang memiliki asma, akan mengalami sesak pada pernapasan. 

Ketika seseorang dengan asma terpapar alergen, sistem kekebalan tubuh akan bereaksi berlebihan.

Reaksi ini menyebabkan pelepasan zat kimia yang disebut sebagai histamin, sehingga menyebabkan saluran udara menjadi lebih sempit dan memicu gejala asma.

Selain itu, iritasi juga bisa menjadi penyebab asma akan kambuh. Karena paparan asap rokok, polusi udara, bahan kimia, bisa memicu terjadinya serangan asma. Tidak terkecuali dengan perubahan cuaca.

Asma seringkali bersifat herediter, sehingga jika keluarga anda memiliki riwayat penyakit asma.

Tidak menutup kemungkinan anda juga berisiko terkena asma. Lakukan pemeriksaan berlanjut pada dokter.

Anda akan mendapatkan hasil yang lebih pasti, ketika melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis.

Seperti pemeriksaan spirometri, tes arus puncak ekspirasi (APE), uji provokasi bronkus, dan pengukuran status alergi serta pemeriksaan rontgen dada.

Faktor lainnya, asma bisa terjadi ketika anda mengalami infeksi paru-paru.

Terutama pada saluran napas bagian atas seperti flu. Sehingga rentan bagi anda ketika berhadapan dengan segala pemicu asma.

Penanganan Bagi Orang yang Terkena Asma

Dalam pengobatan asma terdapat dua tujuan, meredakan gejala dan mencegah gejala.

Pengobatan ini dilakukan dengan cara menangani agar gejala tidak memburuk, penanganan dilakukan sesuai dengan tingkat gejala asma setiap orang.

Penting bagi anda yang mengidap asma, harus mengetahui atau mengenali hal apa saja yang dapat memicu asma anda kambuh. Sehingga anda dapat menghindari kemungkinan yang akan terjadi.

Biasanya ketika gejala asma muncul, obat umum yang direkomendasikan berupa inhaler atau pereda. Seperti bronkodilator (obat yang membuka saluran udara) dan kortikosteroid (obat anti-inflamasi). 

Selain itu, ketika anda mengalami serangan asma yang tidak bisa diredakan dengan obat usahakan jangan panik.

Tetap duduk dan mengatur napas secara perlahan, hingga kembali seperti semula.

Ketika dirasa asma semakin memburuk, segera melakukan pemeriksaan lanjutan ke dokter untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Seperti obat-obatan oral yang mungkin akan diperlukan, ataupun terapi imunoterapi yang dapat membantu mengurangi sensitivitas alergi.

Dengan perawatan yang tepat, pengidap asma dapat menjalani kehidupan yang normal dan aktif.

Hindari hal yang sekiranya dapat memicu terjadinya asma, jika merasa tidak bisa menangani sendiri segera pergi ke dokter spesialis paru. (yol/mgg)

Editor : Miftahul Khair
#penanganan asma #pemicu asma #asma