PONTIANAK POST - Rempah-rempah telah menjadi bagian penting dalam tradisi kuliner Asia selama berabad-abad. Salah satu racikan yang paling dikenal adalah garam masala dari India.
Selain memberi cita rasa khas pada masakan, campuran berbagai rempah ini juga dikenal memiliki manfaat bagi kesehatan.
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menjelaskan bahwa berbagai penelitian modern mulai mendukung penggunaan racikan rempah tradisional sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.
Baca Juga: Inilah Perbedaan Khasiat Bumbu Masakan Merah Putih dan Kuning bagi Kesehatan
Garam Masala Berasal dari Campuran Berbagai Rempah
Menurut Prof Mangestuti, garam masala merupakan salah satu racikan rempah yang berasal dari India. Komposisi utamanya terdiri atas kardamon, kayu manis (cinnamon), dan cengkeh yang memberikan sensasi hangat pada makanan.
Selain garam masala, India juga memiliki racikan lain seperti chaat masala yang bercita rasa lebih asam dan asin dengan kandungan utama serbuk mangga dan garam hitam.
Ada pula panch phoron, campuran berbagai jenis biji yang terdiri atas jintan hitam, kumin, mustard, adas, dan biji klabet.
Baca Juga: Khasiat Bumbu Dasar Nusantara Ternyata Didukung Tradisi dan Penelitian Modern
Membantu Menjaga Sistem Pencernaan
Prof Mangestuti menjelaskan bahwa beberapa rempah di dalam garam masala memiliki peran penting dalam sistem pencernaan.
"Kumin, jahe, dan kapulaga merangsang enzim pencernaan untuk kelancaran pencernaan, yang diperlukan untuk mengatasi masalah, termasuk rasa tidak nyaman pada lambung dan kembung," jelasnya.
Karena itu, racikan rempah tersebut sejak lama digunakan dalam berbagai hidangan tradisional.
Baca Juga: Bukan Sekadar Bumbu Dapur! Ini Fungsi Garam sebagai Penyaring Energi Negatif di Rumah
Kaya Senyawa Antiradang dan Antioksidan
Selain membantu pencernaan, garam masala juga mengandung berbagai rempah yang memiliki sifat antiradang.
Menurut Prof Mangestuti, jahe dan cengkeh diketahui berkhasiat sebagai antiradang sekaligus antiseptik.
"Bahan tersebut bisa membantu meredakan nyeri persendian dan pembengkakan kronik," ujarnya.
Sementara itu, kunyit dan lada hitam dikenal kaya akan antioksidan.
"Senyawa kurkumin dan piperin membantu meningkatkan penyerapan zat gizi, melindungi sel, dan meningkatkan imunitas," jelasnya.
Baca Juga: Cara Mudah Hilangkan Noda Kunyit Membandel di Blender dengan Bahan Ini, Murah Meriah!
Kayu manis juga disebut membantu pengaturan kadar gula darah. Kombinasi berbagai rempah tersebut turut berperan membantu mengendalikan tekanan darah serta menurunkan kadar kolesterol (2023).
Mendukung Kesehatan Otak hingga Saluran Pernapasan
Prof Mangestuti menambahkan bahwa manfaat racikan rempah tidak berhenti pada sistem pencernaan.
Kandungan antioksidan dalam garam masala disebut memiliki peran terhadap kesehatan otak, termasuk membantu meningkatkan kemampuan berkonsentrasi dan kewaspadaan mental.
Baca Juga: Produk Lada Batu Layar binaan PLN masuk nominasi seleksi Bina Mitra UMKM Award 2025
Selain itu, lada hitam dan cengkeh dikenal sebagai dekongestan alami yang membantu mengatasi batuk, demam, dan hidung tersumbat.
Racikan tersebut juga telah lama digunakan dalam sistem pengobatan tradisional Ayurveda di India yang dikenal memiliki efek menghangatkan tubuh.
Sebagai bagian dari pola makan sehari-hari, Prof Mangestuti menyarankan penggunaan sekitar 1–2 sendok teh garam masala sebagai bumbu pada sup maupun kare.
Menurutnya, penggunaan rempah sebagai bagian dari masakan menjadi salah satu cara memanfaatkan kekayaan kuliner Asia sekaligus memperoleh manfaat kesehatannya. (*)
Editor : Chairunnisya